SAMBUT BARU dan ARISAN PENDIDIKAN: Antara Anggaran dan Prioritas, Catatan Edukatif Untuk Masyarakat Sikka

Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi menghimbau masyarakat agar menghindari pesta pora dalam merayakan sambut baru. Setelah himbauan ini tersebar luas melalui media sosial, masyarakat berkomentar. Ada yang setuju bahwa kita mesti hindari pesta pora tetapi ada juga yang tidak sependapat dengan celetukan “ah, kami buat pesta uang kami sendiri, bukan uang orang”.
Urbanus Xaverius Landa, Alumni Fakultas Psikologi Universitas Widya Mandala Surabaya

Ilustrasi saja

Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi menghimbau masyarakat agar menghindari pesta pora dalam merayakan sambut baru. Setelah himbauan ini tersebar luas melalui media sosial, masyarakat berkomentar. Ada yang setuju bahwa kita mesti hindari pesta pora tetapi ada juga yang tidak sependapat dengan celetukan “ah, kami buat pesta uang kami sendiri, bukan uang orang”.

Pada prinsipnya, pendapat terakhir ini menilai pesta sebagai hak pribadi tanpa harus diganggu. Istilah sekarang, bukan donatur jangan ikut campur.

Seperti yang saya uraikan sebelumnya, yang dimaksudkan pesta pora adalah pesta besar. Seringkali untuk membuat sebuah pesta besar terpaksa melampaui kekuatan keuangan tuan pesta. Apa yang dimaksudkan dengan melampaui kekuatan keuangan tuan pesta? Mari saya beri ilustrasi.

Kita ingin membuat pesta yang meriah, misalnya hari Sabtu buat acara kumpul keluarga, hari Minggu pesta sambut baru dan hari Senin acara bongkar tenda, maka disiapkan anggaran pesta tiga hari.
Untuk itu pasang 10 tenda jadi, potong tiga ekor babi, potong sapi satu ekor dan menyewa jasa penyanyi dan keyboard. Para tamu undangan akan dihibur dengan suara merdu dari para penyayi terbaik di kota Maumere.

Soundsystem juga yang terbaik agar dapat selalu dikenang oleh tamu undangan sebagai pesta sambut baru yang tak terlupakan di kota Maumere ini.

Sampai di sini terdengar seni dan indah, namun masalah mulai muncul, ternyata untuk buat pesta itu, tuan pesta tidak punya persiapan babi di kandang. Uang pun belum cukup sehingga ia meminjam tiga ekor babi di tetangga dengan janji nanti sehabis pesta akan bayar 30 juta plus bunga sedikit.

Untuk memastikan kelancaran pesta satu bulan sebelumnya tuan pesta telah mengajukan pinjaman 75 juta di lembaga keuangan dengan alasan untuk modal usaha, jaminan sertifikat tanah. Uang pun cair. Waktu pencairan dana, tuan pesta sudah tidak fokus lagi soal bunga pinjaman dan tenor. Ia ingin cepat-cepat tandatangan pencairan. Dan betul, uangnya cair sesuai harapan.

Halaman: 123456

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru