SAMBUT BARU dan ARISAN PENDIDIKAN: Antara Anggaran dan Prioritas, Catatan Edukatif Untuk Masyarakat Sikka

Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi menghimbau masyarakat agar menghindari pesta pora dalam merayakan sambut baru. Setelah himbauan ini tersebar luas melalui media sosial, masyarakat berkomentar. Ada yang setuju bahwa kita mesti hindari pesta pora tetapi ada juga yang tidak sependapat dengan celetukan “ah, kami buat pesta uang kami sendiri, bukan uang orang”.
Urbanus Xaverius Landa, Alumni Fakultas Psikologi Universitas Widya Mandala Surabaya

Contoh lain, acara kumpul keluarga yang biasanya kita lakukan sebagai hari galang dana pesta sambut baru, dapat digunakan sebagai hari arisan pendidikan. Jadi momen anak sambut baru kita ubah kebiasaan pesta menjadi kebiasaan baru yakni mengumpulkan uang untuk jaminan pendidikan anak.

Kita tahu dalam sistem arisan, setiap uang yang kita terima dari orang lain, dianggap sebagai utang yang harus kita kembalikan dalam arisan pendidikan di lain waktu. Jika 100 orang datang dengan uang 500.000 per orang maka dana yang terkumpul mencapai 50 juta. Uang itu cukup untuk biaya kuliah S1 di kota Maumere.

Klik Link Ini Untuk Dapatkan Opini Menarik Lainnya Hanya di PerpektifNusantara.com

Halaman: 123456

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru