SAMBUT BARU dan ARISAN PENDIDIKAN: Antara Anggaran dan Prioritas, Catatan Edukatif Untuk Masyarakat Sikka

Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi menghimbau masyarakat agar menghindari pesta pora dalam merayakan sambut baru. Setelah himbauan ini tersebar luas melalui media sosial, masyarakat berkomentar. Ada yang setuju bahwa kita mesti hindari pesta pora tetapi ada juga yang tidak sependapat dengan celetukan “ah, kami buat pesta uang kami sendiri, bukan uang orang”.
Urbanus Xaverius Landa, Alumni Fakultas Psikologi Universitas Widya Mandala Surabaya

Pesta Pora

Pesta pora menurut KBBI adalah perayaan besar dan meriah. Bagaimanakah pesta besar itu? Bagi kita orang Maumere, pesta yang meriah itu bisa dilihat dari beberapa hal ini.

Misalnya berapa ekor babi yang dipotong. Ada yang memotong babi 2 ekor masing-masing seharga 10 juta rupiah, dengan demikian daging babi saja sudah 20 juta. Belum lagi dihitung dengan sediaan daging sapi, daging kuda, ayam potong, ikan merah, ikan tuna, ikan bengkumis dan lainnya.

Sebagai perbandingan saja, jika dalam merayakan pesta sambut baru, ada tuan pesta pergi ke pasar Alok beli daging babi 5 kg, kita akan sepakat, itu bukan pesta tetapi hanya makan keluarga inti saja.

Pesta yang meriah bisa juga dilihat dari soundsistem model apa yang dipakai. Apakah musiknya biasa saja atau sampai membuat kaca jendela tetangga pecah dan atap rumahnya roboh.

Semakin kuat getaran bassnya pesta dainggap semakin oke. Bisa juga dilihat dari berapa banyak tenda jadi yang dipasang, misalnya 6 tenda jadi sudah dianggap pesta yang besar. Pesta yang meriah juga bisa dilihat dari enaknya makanan yang dihidangkan, terlebih sediaan moke, apakah kualitas moke yang ditawarkan enak di lidah dan tenggorokan serta bisa di bawa pulang satu botol.

Pesta yang meriah juga dapat dilihat dari persiapan keamanan. Apakah pesta tersebut punya seksi keamanan yang menjaga kelancaran peta mulai dari tempat parkir kendaraan tamu undangan, ketertiban tamu undangan mengantri makanan, jalannya acara joget dan ancaman perkelahian yang bisa merusakkan tenda pesta, merusak soundsistem dan peralatan dapur.

Terakhir, pesta yang meriah dapat diukur dari berapa besar biaya pesta, 20 juta, 50 juta atau sampai di atas 100 juta. Semakin besar biaya pesta semakin menunjukkan tuan pesta adalah orang mampu dan berpengaruh di tempatnya.

Halaman: 123456

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru