SAMBUT BARU dan ARISAN PENDIDIKAN: Antara Anggaran dan Prioritas, Catatan Edukatif Untuk Masyarakat Sikka

Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi menghimbau masyarakat agar menghindari pesta pora dalam merayakan sambut baru. Setelah himbauan ini tersebar luas melalui media sosial, masyarakat berkomentar. Ada yang setuju bahwa kita mesti hindari pesta pora tetapi ada juga yang tidak sependapat dengan celetukan “ah, kami buat pesta uang kami sendiri, bukan uang orang”.
Urbanus Xaverius Landa, Alumni Fakultas Psikologi Universitas Widya Mandala Surabaya

PERSPEKTIFNUSANTARA.COM – Sambut baru adalah istilah yang digunakan oleh umat katolik untuk menggambarkan momen ketika untuk pertama kalinya, baik anak-anak atau orang dewasa menerima tubuh dan darah Yesus dalam perjamuan ekaristi. Sebagai pengalaman pertama, peristiwa ini membawa sukacita yang sangat dalam bagi orang bersangkutan, keluarga dan umat katolik.

Perasaan sukacita itu kemudian diwujudkan dalam perayaan pesta. Dalam KBBI online, pesta diartikan sebagai perjamuan makan minum (bersukaria dan sebagainya).

Dari pengertian ini kita memiliki gambaran bahwa pesta sambut baru adalah perayaan jamuan makan dan sebagainya karena anak menerima tubuh dan darah Kristus untu pertama kali. Sebagai pesta syukur, tuan pesta biasanya akan mempersiapkannya sebaik mungkin.

Baca juga: Semangat Berbagi di Hari Raya Idul Adha, Lanal Maumere Sembelih 6 Hewan Kurban untuk Prajurit dan Warga

Pesta yang baik tentu saja dipersiapkan dengan cermat. Dari segi gambar denah, pesta didukung oleh tiga ruang utama. Pertama, bagian dapur.

Tugas dapur adalah memasak berbagai jenis hidangan untuk semua orang yang hadir dalam pesta, terlebih hidangan untuk para tamu. Di dapur kita akan melihat berbagai macam bahan makanan.

Daging babi, daging sapi, beras, ikan, bumbu dapur, kayu api, minyak tanah, kompor minyak, kompor gas, cucuan piring, dan lain sebagaianya.

Baca juga: Lewut Perline FC, “Night Hero” dari Wailiti Kabupaten Sikka yang Menaklukkan Christian Cup 1 2026

Kita juga akan melihat orang sibuk memasak, mencuci, berkomunikasi, berkoordinasi memastikan makanan siap disajikan. Kepuasan para tamu undangan sangat dipengaruhi oleh kerja orang-orang dapur. Apabila hidangan daging agak keras, pasti menjadi buah bibir, diceritakan kemana-mana. Kadang orang bertanya “siapa kepala dapurnya?”.

Halaman: 123456

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru