ARISAN PENDIDIKAN: Terobosan untuk Kemajuan Pendidikan

Arisan pendidikan adalah saat kita gunakan prinsip adat; gotong-royong, wua-mesu, rapa-laka. Kenapa kita tidak punya adat arisan pendidikan? Itu karena dulu, zamannya para leluhur, pendidikan modern belum masuk ke wilayah Flores. Setelah kita merdeka di tahun 1945, pemerintah baru buka sekolah di mana-mana.
Urbanus Xaverius Landa

PERSPEKTIFNUSANTARA.COM – Saya mulai dari tradisi adat para leluhur kita. Pada saat kelahiran, kematian, pernikahan, buka kebun baru, petik hasil panen, orang tua dan para leluhur kita merayakan dengan mengajak sanak-keluarga. Berbagi rasa senang, berbagi duka juga berbagi beban.

Waktu acara nikah, kita berbagi rasa bahagia. Waktu ada kematian, kita sudah pasti berbagi duka, kesedihan yang dalam.

Pada peristiwa-peristiwa yang sa sebut di atas, punya sifat kebersamaan. Kita merayakan dengan orang lain. Orang lain itu ya kaka-ade, bapa-mama, om-tanta, para sahabat, teman, kenalan, tetangga, rekan kerja dan seterusnya. Kalo orang-orang yang kita undang datang, pasti kita sebagai tuan rumah acara bahagia.

Baca juga: Anak Muda Jangan Cuma Main TikTok! Mahasiswa Sistem Informasi IFTK Ledalero Buktikan Generasi Digital Bisa Ubah Masa Depan

Pada acara perkawinan dan kematian, kita orang Maumere sudah tahu adatnya bagaimana. Kita sudah tahu harus bawa apa ke sana. Mo bawa uang ka, kain ka, babi ka, sapi ka, beras ka, apa lagi? Kita tahu karena itu sudah dilakukan turun-temurun dari orangtua kita, kakek-nenek kita.

Mereka melakukan itu turun-temurun dari warisan orangtua mereka. Orangtua mereka dari orangtua mereka lagi, begitu terus. Makanya kita bilang ini warisan leluhur.

Tanggung Sama-sama

Sekarang, kita ambil contoh antar belis. Besar kecilnya belis, bisa dibayar dengan lebih mudah kalo keluarga besar dilibatkan. Setiap anggota keluarga akan menanggung bagiannya masing-masing sehingga besarnya tuntutan belis bisa dibayar. Beban jadi ringan to?

Baca juga: Ketua Panitia SI FEST: Anak Muda Harus Jadi Pelaku Transformasi Digital, Bukan Sekadar Penonton

Begitu juga saat kita mau buat pesta. Keluarga berkumpul. Mulai sudah baku bagi tugas dan tanggung jawab. Siapa tanggung apa supaya pesta yang direncanakan bisa terlaksana dengan sukses dan semua pihak senang dan bahagia.

Halaman: 123

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru