Hidangan yang disajikan tuan pesta akan dibandingan dengan hidangan di tempat pesta lain yang lebih lembut dan enak di lidah. Jika sediaan daging kurang, sediaan moke kurang, atau kopi dan teh kehabisan gula pasir, tuan pesta akan dikritik bahkan dicemooh dengan kalimat “kalau tidak bisa memberi makan orang banyak ya jangan buat pesta, buat malu saja”. Pesta yang tadinya adalah ungkapan syukur tuan pesta menjadi cerita buruk yang dibawa kemana-mana.
Bagian kedua adalah ruang tengah, sebagai ruang persiapan, tempat keluarga berkumpul, khususnya tempat anak sambut baru beraktivitas bersama keluarga inti.
Ruang tengah juga merupakan ruang transisi antara dapur dan tenda pesta. Suasana tenda pesta dipantau dan didiskusikan di ruang tengah ini. Keputusan mengenai bagaimana tamu undangan dilayani di bahas di tempat ini.
Bagian ketiga adalah tenda pesta. Di sinilah para tamu undangan dijamu. Yang istimewa, meja kursi empuk khusus untuk anak sambut baru. Tempat ini dirancang bagi keistimewaan anak, ia dipandang sebagai raja satu hari.
Anak sambut baru akan duduk di depan, dipercantik dengan dekor yang indah, di bagian belakang ada baliho kecil dengan latar gambar anak sedang menerima tubuh dan darah Kristus, ada juga dengan foto mengatupkan tangan sikap doa di depan dada. Semuanya ini untuk membahagiakan anak.
Di tenda pesta ini, akan diseting sedemikian rupa menggunakan tenda jadi sekian kotak. Ada kursi dengan balutan mewah. Ada musik dengan soundsistem ternama yang menggunakan mesin genset khusus agar musik berjalan tanpa kendala listrik. Beberapa tempat menggunakan jasa MC untuk memandu jalannya pesta sambut baru bak pesta pernikahan yang megah.
Pada saat undang pesta datang, sebentar ia akan dipersilakan duduk oleh penerima tamu, tidak berapa lama, panitia urusan konsumsi akan mempersilakan kita untuk maju mengambil makanan yang dihidangkan. Di kamar makan, makanan dengan berbagai macam jenis masakan dihidangkan, ini kerja keras orang dapur yang saya sebutkan di atas.
