Kisah Paul juga menjadi pengingat bahwa panggilan tidak pernah lahir dari hidup yang tanpa pergulatan. Justru panggilan sering tumbuh di tengah keraguan, ketakutan, dan air mata. Tetapi ketika seseorang berani percaya kepada Tuhan, ketakutan itu perlahan berubah menjadi kekuatan. Pergulatan yang paling nyata ia alami ketika satu tahun berada di luar formasi setelah dia menamatkan pendidikan SMA di Seminari Maria Bunda Segala Bangsa Maumere, yakni tahun 2016-2017. Pada momen itu Paul merasakan betul bagaimana Tuhan benar-benar mencintai dia dan memangggil dia.
Motto “Janganlah gelisah dan gentar hatimu” bukan sekadar kalimat indah yang dipasang sebagai hiasan rohani. Kalimat itu menjadi napas hidup yang terus menuntunnya setiap hari. Dalam dunia yang penuh kecemasan, pesan itu terasa semakin relevan.
Hari ini, banyak orang muda kehilangan arah hidup. Tidak sedikit yang hidup dalam tekanan mental, ketakutan terhadap masa depan, dan rasa putus asa. Dunia digital yang serba cepat sering membuat manusia merasa harus selalu sempurna dan berhasil. Akibatnya, banyak orang mudah merasa gagal ketika hidup tidak berjalan sesuai harapan.
Di tengah situasi itu, perjalanan hidup Diakon Paul menghadirkan pesan sederhana namun kuat: bahwa hidup tidak harus selalu tentang mengejar kenyamanan. Ada kebahagiaan yang lahir dari pengabdian, ada damai yang muncul ketika seseorang hidup sesuai panggilannya.
Keputusan menjadi pelayan Tuhan memang tidak mudah. Jalan itu penuh pengorbanan. Tetapi bagi mereka yang percaya, pengorbanan itu bukan beban melainkan bentuk cinta.
Melalui perjalanan panggilannya, Diakon Paul ingin mempersembahkan yang terbaik dari dirinya bagi karya Tuhan. Ia sadar bahwa dirinya hanyalah manusia biasa dengan segala kelemahan dan keterbatasan. Namun ia percaya bahwa Tuhan mampu bekerja melalui siapa saja yang mau membuka hati.
Karena itu, ia berharap dukungan dan doa dari banyak orang agar tetap setia menjalani panggilan hingga akhir. Sebab menjadi pelayan Tuhan bukan hanya soal memulai perjalanan, tetapi tentang kesetiaan untuk terus berjalan meskipun jalan itu tidak selalu mudah.
