Di Tengah Krisis Zaman, Paul Tukan Berani Tinggalkan Kenyamanan Demi Tuhan”

Tidak sedikit orang mempertanyakan pilihannya. Ada yang bertanya dengan nada penasaran, tetapi ada pula yang menyampaikan keraguan dengan nada sinis. Sebagian menganggap hidup religius tidak lagi relevan di zaman modern. Ada yang melihat pilihan itu sebagai jalan penuh penderitaan tanpa jaminan masa depan. Bahkan tidak sedikit yang diam-diam meremehkan perjuangan mereka yang memilih hidup membiara.

Di tengah krisis zaman yang membuat banyak orang kehilangan harapan, keberanian Diakon Paul Tukan menjadi tanda bahwa iman masih hidup. Bahwa masih ada anak muda yang rela meninggalkan kenyamanan demi sesuatu yang lebih besar daripada dirinya sendiri.

Dan mungkin, di tengah dunia yang semakin gaduh oleh ketakutan dan kecemasan, suara sederhana dari Injil itu tetap menjadi jawaban paling kuat: “Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”

Halaman: 12345

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru