Diakon Rikard Diku, SVD: Menjawab Panggilan Kasih Hingga ke Ujung Dunia

Moto tahbisannya yang diambil dari Yesaya 43:4, "…dan Aku ini mengasihi engkau," menjadi cerminan perjalanan hidup dan panggilannya. Ayat tersebut mengungkapkan keyakinan bahwa panggilan hidup bukanlah pertama-tama hasil pilihan manusia, melainkan buah dari kasih Allah yang lebih dahulu memanggil, membimbing, dan mengutus.

Perspektifnusantara.com, “…dan Aku ini mengasihi engkau.” (Yesaya 43:4)

Di tengah derasnya arus zaman yang sering kali menawarkan berbagai pilihan hidup, ada pribadi-pribadi yang dengan berani memilih jalan pengabdian dan pelayanan. Salah satunya adalah Diakon Rikard Diku, SVD, seorang putra Flores yang dengan penuh keyakinan menapaki panggilan hidup membaktikan diri kepada Tuhan dan sesama melalui Kongregasi Serikat Sabda Allah (SVD).

Lahir di Buubei, 7 Februari 1998, Diakon Rikard, yang memiliki nama lengkap Frater Rikardus Diku Da, SVD, berasal dari Paroki Kristus Raja Wolotolo, Keuskupan Agung Ende. Sejak masa kecil, ia tumbuh dalam lingkungan keluarga dan Gereja yang menanamkan nilai-nilai iman, kerja keras, dan pengabdian. Benih panggilan itu kemudian bertumbuh menjadi tekad yang kuat untuk mengikuti Kristus melalui kehidupan religius dan misioner.

Baca juga: "Aku Telah Melihat Tuhan”: Jejak Panggilan dan Semangat Misi Diakon Roni Subun, SVD

Perjalanan pendidikan Diakon Rikard menunjukkan ketekunan dan konsistensi dalam mempersiapkan diri menjadi pelayan Gereja. Ia mengawali pendidikan formal di SDK Buubei-Ende (2004–2010), kemudian melanjutkan ke SMPK Frateran Ndao-Ende (2010–2013). Ketika banyak remaja seusianya masih mencari arah hidup, Rikard telah memilih jalur pembinaan calon imam dengan melanjutkan studi di SMAS Seminari BSB Maumere (2013–2017).

Langkah tersebut menjadi titik awal perjalanan panjang menuju altar Tuhan. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, ia memasuki masa pembinaan religius di Novisiat SVD St. Yosef Nenuk, Atambua (2017–2019). Di tempat inilah panggilan hidupnya diuji dan dimurnikan melalui doa, refleksi, disiplin hidup religius, serta pengenalan yang lebih mendalam terhadap spiritualitas SVD.

Setelah mengikrarkan kaul pertama, Rikard melanjutkan studi filsafat di Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero (2019–2023). Masa studi filsafat membentuk kemampuan berpikir kritis, reflektif, dan bijaksana dalam memahami realitas kehidupan manusia serta karya keselamatan Allah dalam dunia modern.

Baca juga: Dari Hoineno Menuju Jalan Misi: Keteguhan Panggilan Diakon Clitus Hausufa, SVD

Sebagai bagian dari proses pembinaan menuju imamat, ia menjalani Tahun Orientasi Pastoral (TOP) di Seminari San Dominggo Hokeng (2023–2024). Pengalaman pastoral ini memberinya kesempatan untuk hidup lebih dekat dengan umat, memahami dinamika pelayanan Gereja, serta belajar menjadi gembala yang hadir di tengah kehidupan masyarakat.

Halaman: 12

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru