Saat ini, Diakon Rikard sedang menempuh Studi Magister Teologi di IFTK Ledalero (2024–2026). Pendidikan teologi menjadi tahap penting untuk memperdalam pemahaman tentang Kitab Suci, ajaran Gereja, serta tugas perutusan yang kelak akan diembannya sebagai imam. Selain itu, ia juga dipersiapkan untuk berkarya di wilayah misi internasional melalui penempatan Benuming di Central America SVD Province, sebuah kepercayaan yang menunjukkan kesiapan dan keterbukaannya terhadap pelayanan lintas budaya.
Moto tahbisannya yang diambil dari Yesaya 43:4, “…dan Aku ini mengasihi engkau,” menjadi cerminan perjalanan hidup dan panggilannya. Ayat tersebut mengungkapkan keyakinan bahwa panggilan hidup bukanlah pertama-tama hasil pilihan manusia, melainkan buah dari kasih Allah yang lebih dahulu memanggil, membimbing, dan mengutus.
Sebagai seorang diakon, Rikard kini berada pada tahap penting menjelang tahbisan imamat. Diakonat bukan sekadar jenjang menuju imam, melainkan panggilan untuk melayani dengan rendah hati sebagaimana Kristus datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani. Semangat pelayanan itu tampak dalam kesederhanaan hidup, kedekatan dengan umat, dan komitmennya untuk menghadirkan kasih Allah bagi siapa saja yang dijumpainya.
Perjalanan Diakon Rikard Diku, SVD, menjadi inspirasi bagi banyak orang, khususnya generasi muda Flores. Di tengah dunia yang sering menilai kesuksesan dari jabatan dan materi, ia menunjukkan bahwa kebahagiaan sejati dapat ditemukan dalam kesetiaan menjawab panggilan Tuhan dan mengabdikan hidup bagi sesama.
Dengan hati yang terbuka dan semangat misioner yang menyala, Diakon Rikard melangkah menuju altar Tuhan, membawa harapan umat serta doa banyak orang yang mendukung perjalanan panggilannya. Semoga kasih Allah yang menjadi dasar panggilannya senantiasa menuntun setiap langkah pelayanannya, baik di tanah kelahirannya maupun di medan misi hingga ke ujung dunia.
