GMNI Sikka Tolak Pembangunan Vila dan Galangan Kapal PT Atlas Samudera Perkasa di Wairterang

GMNI mengingatkan bahwa kawasan pesisir Wairterang sebelumnya pernah menjadi lokasi yang direncanakan untuk pembangunan pelabuhan oleh pemerintah pusat. Namun rencana tersebut tidak dilanjutkan karena pertimbangan ekologis, mengingat wilayah tersebut merupakan habitat penting bagi ikan, terumbu karang, serta bagian dari ekosistem Teluk Maumere.

Tuntutan GMNI Sikka

GMNI Cabang Sikka menyampaikan empat tuntutan utama kepada pemerintah daerah dan PT Atlas Samudera Perkasa:

1. Menghentikan sementara seluruh aktivitas pembangunan yang sedang berlangsung.

2. Mengedepankan dialog yang humanis dan terbuka dengan seluruh elemen masyarakat.

3. Menghadirkan langsung pihak manajemen dan pemilik PT Atlas Samudera Perkasa untuk memberikan penjelasan kepada publik.

4. Menjamin pengelolaan sumber daya alam dilakukan secara adil dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas, khususnya nelayan dan warga pesisir.

GMNI menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut guna memastikan pembangunan di Kabupaten Sikka tetap berjalan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan, kepentingan masyarakat lokal, serta prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan.

Halaman: 1234

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru