PERSPEKTIFNUSANTARA.COM–Pax Vobiscum. Para saudaraku ytk. dalam Kristus tuhan. Yesus sangat mencintai para murid-Nya, termasuk kita, yang diwujudkan melalui doa yang khusus. Dia berkata kepada Bapa-Nya, Aku berdoa untuk mereka, bukan untuk dunia.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Yohanes 17: 1 – 11a, yakni doa Yesus untuk murid-murid-Nya. Para saudaraku, di Getsemani, Yesus menengadah ke langit. Doa-Nya bukan untuk kuasa dunia, melainkan untuk murid-murid-Nya. Bukan karena dunia tidak penting, tetapi karena melalui murid yang diteguhkan, dunia akan dijangkau. Yesus berdoa bagi mereka bukan hanya sebagai wujud kasih-Nya, tetapi juga karena para murid masih berada di dunia untuk meneruskan karya perutusan-Nya. Ia tidak hanya berdoa, melainkan juga menyertai mereka hingga kini melalui Roh Kudus-Nya. Yesus tahu strategi KASIH: segenggam murid yang didoakan lebih dahulu akan menjadi TERANG bagi dunia. Tanpa doa-Nya, mereka takkan mampu melawan arus. Doa itu kini bergema bagi kita, murid zaman ini. Menjadi murid berarti siap diutus. Kita dipanggil menjadi imam yang mendoakan dunia, nabi yang menyuarakan kebenaran, dan raja yang menuntun, membimbing sesama. Namun syaratnya jelas: kualitas diri dan hidup rohani harus lebih unggul. Nemo dat quod non habet: tak seorang pun memberi dari apa yang tidak ia miliki. Kita tak bisa membawa DAMAI bila HATI kacau. Tak bisa memberi TERANG bila masih bergulat dalam GELAP. Tak bisa MENUNTUN bila diri sendiri TERSESAT. Maka, sebelum BERSAKSI, biarkan doa Yesus lebih dulu menyalakan dan meneguhkan kita.
Pesan Untuk Kita
Para saudaraku, bayangkan lilin kecil di tengah badai. Ia tak mampu menghentikan angin, tetapi tetap menyala. Yesus tidak berdoa agar badai berhenti, melainkan agar NYALA lilin itu bertahan. Kini giliran kita: biarkan DOA Yesus menyalakan HATI kita, agar kita sanggup menjadi IMAM, NABI, dan RAJA yang MENERANGI dunia dengan TERANG-Nya, disertai Roh Kudus yang terus bekerja dalam diri kita.
Baca juga: Dituding Menerima Suap 5 Juta dalam Kasus Noni, Ayah Dio Mengaku Sakit dan Mengigau
Pertanyaan Refleksi
1. Doa Yesus bagi para murid adalah wujud KASIH sekaligus penyertaan Roh Kudus. Apakah aku sungguh merasakan bahwa doa itu juga menopang hidupku hari ini?
2. Panggilan menjadi imam, nabi, dan raja menuntut kualitas rohani yang unggul. Bagian mana dari hidupku yang masih perlu dibersihkan agar aku layak diutus?
3. Kesaksian murid Kristus hanya mungkin bila doa Yesus menyalakan HATI. Apakah aku sudah membiarkan terang-Nya menguatkan diriku sebelum aku menerangi sesama?
Selamat Berefleksi
Baca juga: Kalahkan Mafia Italia !
Doa Singkat