Orang tua dulu sering memberi pesan, mbana tolo no’o bogo, yang maknanya melakukan sesuatu harus memperhatikan kemampuan, kekuatan, dan kelemahan diri. Ada barang, ada uang, ada persiapan, silakan buat pesta. Namun kalau tidak punya uang, mengapa harus memaksakan diri? Karena kalau dipaksakan, bisa jatuh dalam utang.
Punya utang tetapi penghasilan tidak pasti, bagaimana saya mau membayar utang pesta? Atau mungkin ada kawan yang tidak setuju dengan pikiran saya ini?
Maksud saya, pesta adalah ungkapan persembahan orang tua bagi anak yang sambut baru. Yang kita persembahkan adalah hasil jerih payah sendiri, bukan bantuan sana-sini, apalagi uang pinjaman. Apa yang ada, itulah yang dibagikan. Kalau tidak ada? Mungkin lebih baik apa adanya. Sambut baru tidak wajib pesta, bukan?
Model
Saudara saya punya tiga orang anak. Sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek dengan penghasilan tidak tetap. Kadang hasilnya baik, kadang tidak ada sama sekali. Dulu, saat anak pertama sambut baru, dia tidak membuat pesta. Konsepnya gantung periuk. Anak kedua sambut baru juga sama. Sekarang, anak ketiga sambut baru pun demikian. Dia konsisten.
Hari Minggu pergi ke gereja mendampingi anak sambut baru, besok harinya saat orang lain masih sibuk dengan pesta, dia sudah kembali bekerja sebagai tukang ojek. Dia bilang, lebih baik fokus bekerja untuk mengumpulkan uang sekolah anak. Sampai hari ini, karena tidak membuat pesta sambut baru, dia tidak memiliki utang pesta.
Di KBG Maria Rosa Mystica, Lingkungan St. Fransiskus de Sales, Stasi St. Thomas Morus Maumere, saat ketua KBG memiliki anak yang menerima Komuni Suci Pertama, ia hanya mengadakan makan keluarga sederhana. Tidak ada pesta besar, dan tabungan pendidikan anak tidak digunakan untuk kebutuhan pesta.
Pelan-pelan, bersama umat di KBG, mereka merasa senasib sepenanggungan. Mereka melihat diri sebagai orang kecil dengan kondisi ekonomi pas-pasan, tetapi memiliki cita-cita besar untuk pendidikan anak-anak. Karena itu, dimulailah arisan pendidikan KBG sejak tiga tahun lalu. Lebih baik berusaha bersama daripada berjalan sendiri-sendiri.