Saat katekese Bulan Pendidikan Nasional di KBG pada awal Mei lalu, masing-masing orang tua berbagi pengalaman tentang solidaritas dan saling menopang melalui arisan pendidikan. Mereka merasa beruntung karena gerakan ini membantu anak-anak mereka melanjutkan pendidikan. Beberapa orang tua bahkan terharu hingga meneteskan air mata.
Jika hanya mengandalkan kemampuan sendiri, mereka pasrah anak cukup lulus SMA. Namun dengan gerakan ini, mereka yakin bisa menguliahkan anak-anak di Maumere. Jika mengumpulkan uang pendidikan saja begitu sulit, mengapa harus membuat pesta sambut baru dengan biaya tinggi?
Dua pengalaman di atas semakin meyakinkan saya untuk menyambut peristiwa Komuni Suci Pertama anak pada Minggu, 7 Juni 2026, dengan hati yang riang gembira, tetap menjaga kesederhanaan, dan bijak menggunakan uang.
Klik link ini untuk mendapatkan opini menarik lainnya hanya di PerspektifNusantara.com