PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, MAUMERE — Wakil Presiden Republik Indonesia dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Kamis, 20 Agustus 2026, dalam rangka meninjau secara langsung sejumlah lokasi yang terdampak gempa bumi.
Berdasarkan rencana perjalanan, rombongan VVIP RI-2 dijadwalkan berangkat pada pukul 09.00 waktu setempat dan tiba di Bandara Frans Seda Maumere (MOF) sekitar pukul 12.55 waktu setempat.
Kunjungan Wakil Presiden tersebut menjadi perhatian masyarakat di tengah situasi pascagempa yang melanda wilayah Flores dan sekitarnya. Sejumlah fasilitas umum maupun infrastruktur dilaporkan mengalami kerusakan dan masyarakat di beberapa lokasi masih melakukan pengungsian.
Baca juga: Bupati Juventus: Dukungan Kemensos dan Alat Berat Dukung Percepatan Penanganan Gempa di Sikka
Dalam agenda yang direncanakan, terdapat beberapa titik yang akan dikunjungi Wakil Presiden bersama rombongan. Di antaranya Pelabuhan Laurens Say (L-Say) Maumere, RSUD dr. T.C. Hillers Maumere, serta lokasi pengungsian di Gelora Samador.
Pelabuhan Laurens Say menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian menyusul adanya kerusakan pada fasilitas pelabuhan akibat gempa. Sementara kunjungan ke RSUD diharapkan dapat memberikan gambaran langsung mengenai kondisi penanganan korban serta kesiapan pelayanan kesehatan pascabencana.
Wakil Presiden juga dijadwalkan meninjau lokasi pengungsian di Gelora Samador untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat yang terdampak, termasuk kebutuhan dasar para pengungsi, pelayanan kesehatan, serta dukungan pemerintah selama masa tanggap darurat.
Kehadiran Wapres RI di Maumere diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam percepatan penanganan dampak gempa, termasuk proses evakuasi, pemulihan fasilitas umum, bantuan bagi masyarakat terdampak, serta rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur yang mengalami kerusakan.