112 Siswa Seminari Ikuti Pembinaan Calon Krisma di Katedral St. Yosep Maumere

Pembinaan menghadirkan Pastor Paroki, Romo Epy Rimo, bersama Sr. Maria, PRR, sebagai pemateri. Para peserta diajak untuk kembali mendalami hakikat Sakramen Krisma sebagai Sakramen Penguatan yang menyempurnakan dan meneguhkan rahmat yang telah diterima dalam Sakramen Baptis.

PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, Maumere— Sebanyak 112 siswa seminari mengikuti pembinaan sebagai calon penerima Sakramen Krisma di Gereja Katedral St. Yosep Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Selasa, 8 September 2026.

Kegiatan pembinaan yang dimulai pukul 09.00 WITA tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan para calon penerima Sakramen Krisma agar tidak hanya memahami tata perayaan secara liturgis, tetapi juga menyadari makna iman dan tanggung jawab sebagai orang Katolik yang telah diteguhkan melalui Sakramen Penguatan.

Pembinaan menghadirkan Pastor Paroki, Romo Epy Rimo, bersama Sr. Maria, PRR, sebagai pemateri. Para peserta diajak untuk kembali mendalami hakikat Sakramen Krisma sebagai Sakramen Penguatan yang menyempurnakan dan meneguhkan rahmat yang telah diterima dalam Sakramen Baptis.

Baca juga: Fokus Pemulihan Pasca-Bencana, Kasatgas Bencana Kab. Sikka Tekankan Skala Prioritas Bantuan

Dalam pembinaan tersebut ditegaskan bahwa Krisma bukan sekadar sebuah tahapan atau seremoni keagamaan yang harus dilalui oleh seorang umat Katolik. Sakramen ini menjadi momentum penting bagi setiap penerimanya untuk semakin bertumbuh menuju kedewasaan iman sekaligus mengambil tanggung jawab yang lebih besar dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat.

Para calon Krisma juga mendapatkan pemahaman mengenai Roh Kudus sebagai Pribadi Ketiga dalam Allah Tritunggal Mahakudus. Kehadiran dan karya Roh Kudus dalam kehidupan umat beriman menjadi salah satu pokok penting yang ditekankan selama pembinaan.

Selain itu, para peserta diajak mengenal dan memahami tujuh karunia Roh Kudus, yakni kebijaksanaan, pengertian, nasihat, keperkasaan, pengetahuan, kesalehan, dan takut akan Allah.

Baca juga: Sudah 5 Hari Mengungsi Tanpa Bantuan, Warga Wolomarang Kecewa Dipaksa Pulang oleh Lurah

Ketujuh karunia tersebut tidak dipahami sebatas pengetahuan keagamaan, tetapi sebagai rahmat yang diharapkan membantu umat beriman dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Melalui karunia Roh Kudus, seorang yang telah menerima Krisma diharapkan mampu mengambil keputusan secara bijaksana, memiliki keberanian dalam menghadapi tantangan, serta mampu membedakan yang baik dan benar dalam kehidupannya.

Halaman: 123

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru