PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, LABUAN BAJO — Di tengah pesatnya pertumbuhan sektor pariwisata di Labuan Bajo, persoalan sampah kini menjadi tantangan serius yang membutuhkan keterlibatan semua pihak, terutama generasi muda sebagai agen perubahan.
Menjawab tantangan tersebut, Program Positif Bajo bersama PTTEP Indonesia dan PT INGRAM menggelar Youth Workshop Campaign bertajuk “From Waste to Action” pada 21–22 Mei 2026 di Kampus Politeknik eLBajo Commodus.
Kegiatan ini dirancang sebagai ruang kolaborasi, pembelajaran, dan aksi nyata bagi generasi muda Manggarai Barat agar terlibat langsung dalam solusi pengelolaan sampah berkelanjutan di kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas Labuan Bajo.
Baca juga: Ini Penyebab Jurnalis Asal Malaka NTT Diancam oleh Seorang Pria Berinisial AK
Workshop tersebut merupakan bagian dari penguatan Program Positif Bajo yang sejak 2024 mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui pendekatan ekonomi sirkular.
Melalui seminar, diskusi interaktif, studi kasus, hingga sesi design thinking, peserta diajak memahami tantangan pengelolaan sampah di wilayah pesisir dan destinasi wisata. Mereka juga didorong merancang ide-ide kampanye kreatif yang dapat diterapkan langsung di komunitas masing-masing.
Sebanyak 200 peserta yang terdiri dari mahasiswa, komunitas pemuda, organisasi lingkungan, relawan, dan aktivis keberlanjutan mengikuti kegiatan tersebut. Dari workshop ini diharapkan lahir berbagai inisiatif dan aksi nyata untuk memperkuat budaya memilah sampah dari sumbernya serta mengurangi penggunaan sampah sekali pakai di masyarakat.
Baca juga: Renungan Harian Katolik; Rabu, 20 Mei 2026
Direktur Politeknik eLBajo Commodus, I Nengah Dasi Astawa, menyampaikan apresiasi kepada PTTEP Indonesia dan PT INGRAM atas kepedulian terhadap persoalan sampah di Labuan Bajo.
