“Data ini menunjukkan bahwa penanganan sampah di Kabupaten Manggarai Barat tidak sedang baik-baik saja. Isu sampah kini menjadi indikator utama arah pembangunan daerah. Ini setara dengan penanganan stunting dan kemiskinan,” ujarnya.
Direktur PT INGRAM, Fey Febri, mengatakan persoalan sampah dapat menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan sektor pariwisata.
Menurutnya, banyak destinasi wisata dunia mulai ditinggalkan wisatawan akibat persoalan sampah yang tidak tertangani dengan baik.
“Labuan Bajo adalah ikon wisata super premium Indonesia yang sudah mendunia. Jangan sampai rusak karena sampah. Karena itu, sampah harus kita kelola bersama,” ujarnya.
Fey menegaskan bahwa perubahan perilaku masyarakat harus dimulai dari kesadaran individu dalam mengelola sampah.
“Jadi sampah yang kita hasilkan harus menjadi tanggung jawab kita. Ingat bahwa sampahku tanggung jawabku. Perubahan harus dimulai dari kita sendiri,” katanya.
Ia berharap generasi muda Labuan Bajo mampu menjadi motor penggerak perubahan perilaku lingkungan melalui kreativitas, kolaborasi, dan kepedulian sosial.
