ANTOLOGI PUISI II ||Martin Meli||

Penulis: Martin Meli

PERSPEKTIFNUSANTARA.COM. – Pembaca yang budiman.

Puisi-puisi berikut merupakan buah dari permenungan yang panjang dari penulis. Penulis (seakan) menggiring pembaca untuk berhenti sejenak kemudian mengambil tempat. Berdoa.

Kalimat yang santun seperti tengah membawa pembaca pada situasi khusuk, pertemuan antara raga dan yang Transendental.

Baca juga: Identitas Pastor di NTT yang Diduga Digerebek Warga saat Berduaan Bersama Perempuan dalam Rumah

Membaca puisi sama dengan membaca doa (kali ini saja).

 

DI BANGKU DOA

 

Baca juga: Doa yang Tak Sampai

Datang dengan hati yang penuh beban
Membawa cerita yang tak selalu terucap
Ada yang mencari ketenangan
Ada pula yang datang untuk bertahan

Halaman: 1234

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru