Sementara itu, Direktur Destinasi Pariwisata Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores, Konstant Mardinandus, menegaskan bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja sama lintas sektor.
Menurutnya, generasi muda memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan, inovator, dan creative leader dalam menciptakan Labuan Bajo yang lestari dan berkelanjutan.
“Kita harus terus mengampanyekan kesadaran mengelola sampah mulai dari rumah tangga. Sampah harus dipilih dan dipilah dari sumbernya,” pesannya.
Melalui kegiatan From Waste to Action, berbagai pihak berharap lahir gerakan kolektif anak muda yang mampu membawa perubahan nyata menuju Labuan Bajo yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
