PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, Manggarai, NTT – Di tengah arus modernisasi yang kian deras, masih ada anak-anak desa yang harus berjuang keras mendapatkan akses terhadap buku dan sumber pengetahuan. Melihat kenyataan itu, seorang kader muda asal Desa Gololangkok, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, Vinsensius Jaman, S.Fil., memilih bergerak dengan tindakan nyata daripada sekadar menyampaikan janji.
Melalui kolaborasi bersama Pondok Baca Kampung Kabor Maumere, Vinsensius berhasil menghadirkan sebanyak 20 dus buku bacaan untuk masyarakat dan anak-anak di Desa Gololangkok. Bantuan literasi tersebut diberangkatkan dari Maumere pada Jumat pagi, 5 Juni 2026, menggunakan mobil travel tujuan Manggarai.
Ribuan buku yang dikirim merupakan sumbangan dari One Hope Indonesia dan mencakup berbagai jenis bacaan, mulai dari literatur rohani Katolik hingga buku-buku pengetahuan umum yang diharapkan dapat memperluas wawasan generasi muda di pelosok desa.
Suasana haru dan penuh semangat tampak di Pondok Baca Kampung Kabor saat puluhan dus buku dimuat ke dalam kendaraan. Bagi sebagian orang, dus-dus tersebut mungkin hanya tumpukan kardus. Namun bagi anak-anak Manggarai, buku-buku itu adalah jendela dunia yang membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah.
Pendiri Pondok Baca Kampung Kabor, Yohanes Kia Nunang, yang akrab disapa Yanto De Flores, mengatakan bahwa gerakan literasi membutuhkan dukungan berbagai pihak agar manfaatnya dapat dirasakan hingga ke desa-desa terpencil.
“Semoga buku-buku ini bermanfaat bagi anak-anak di sana. Buku jangan hanya dipajang di rak, tetapi harus dibaca. Karena membaca itu sehat dan menulis itu hebat,” ujarnya.
Baca juga: Kumpulan Puisi Aprianus
Menurut Yanto, kehadiran Vinsensius Jaman menjadi salah satu faktor penting yang memungkinkan bantuan tersebut dapat menjangkau masyarakat Desa Gololangkok. Semangat dan komitmennya dalam membangun budaya membaca di tingkat desa dinilai sebagai contoh kepemimpinan muda yang patut diapresiasi.
