Mengapa Pesan Pendek Lebih Berkuasa? Bukan Soal Isinya, tetapi Wadahnya: Perspektif Marshall McLuhan terhadap Produksi Informasi

Media adalah perpanjangan indra dan tubuh manusia. Setiap jenis media memiliki karakteristik teknis dan bentuk yang khas. Karakteristik inilah yang menentukan cara kita berpikir, bertindak, dan berhubungan satu sama lain. Dari sini tampak perbedaan antara medium sebagai lingkungan dan media sebagai pesan yang diterima masyarakat. McLuhan membagi media ke dalam dua tipe yang sangat berpengaruh dalam fenomena saat ini.
Chiko Rajo, Mahasiswa Filsafat IFTK Ledalero Semester VI

Media sosial tidak dirancang untuk menyampaikan penjelasan panjang, bernuansa, rumit, atau berbasis data mendalam. Bentuknya yang cepat dan ringkas secara otomatis menyaring isi informasi. Akibatnya, proses produksi informasi berubah total agar sesuai dengan wadah tersebut. Konten yang diproduksi tidak lagi mengutamakan kelengkapan fakta, melainkan kesederhanaan, ketegasan, dan kemampuan memancing emosi dalam waktu singkat.

Di sisi lain, penjelasan lengkap, laporan penelitian, atau uraian mendalam yang sebenarnya penting justru tersisih karena bentuknya panjang, rumit, dan tidak cocok dengan karakter media sosial. Pesan-pesan seperti itu menjadi jarang dibaca dan tidak memiliki pengaruh luas. Hal ini bukan semata-mata karena masyarakat tidak peduli, melainkan karena pesan yang panjang dan kompleks lebih sulit diterima dalam pola komunikasi media saat ini.

Produksi Pesan Menyesuaikan Bentuk Media

Medium dan produksi memiliki hubungan yang sangat erat. Produksi informasi harus disesuaikan dengan bentuk media yang digunakan. Hal ini tampak jelas ketika kita melihat perkembangan media informasi dari masa ke masa.

Pada era media cetak dan media massa, produksi berita dilakukan dengan standar penulisan yang logis, berurutan, dan terverifikasi karena bentuk medianya memang menuntut hal tersebut. Namun, ketika lingkungan komunikasi beralih ke media elektronik dan digital yang bersifat instan serta serentak, cara produksi informasi pun ikut berubah.

McLuhan mengatakan bahwa manusia membentuk alat, lalu alat itu membentuk manusia. Karena itu, agar pesan dapat didengar dan diketahui banyak orang, pesan tersebut harus menyesuaikan diri dengan aturan dan bentuk media sosial yang ada. Nilai sebuah produksi informasi tidak lagi diukur dari seberapa benar isinya, melainkan dari seberapa sesuai ia dengan karakter medianya.

Tidak mengherankan apabila berita bohong atau narasi yang memecah belah lebih mudah mendominasi dan menyebar dengan cepat di tengah masyarakat. McLuhan juga menyebut bahwa kehidupan modern tidak dapat dilepaskan dari berbagai saluran komunikasi yang menghubungkan manusia di seluruh dunia. Jutaan orang kini terhubung hampir tanpa batas geografis. Fenomena ini ia sebut sebagai Global Village atau Desa Global.

Halaman: 123

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru