Media sosial tidak dirancang untuk menyampaikan penjelasan panjang, bernuansa, rumit, atau berbasis data mendalam. Bentuknya yang cepat dan ringkas secara otomatis menyaring isi informasi. Akibatnya, proses produksi informasi berubah total agar sesuai dengan wadah tersebut. Konten yang diproduksi tidak lagi mengutamakan kelengkapan fakta, melainkan kesederhanaan, ketegasan, dan kemampuan memancing emosi dalam waktu singkat.
Di sisi lain, penjelasan lengkap, laporan penelitian, atau uraian mendalam yang sebenarnya penting justru tersisih karena bentuknya panjang, rumit, dan tidak cocok dengan karakter media sosial. Pesan-pesan seperti itu menjadi jarang dibaca dan tidak memiliki pengaruh luas. Hal ini bukan semata-mata karena masyarakat tidak peduli, melainkan karena pesan yang panjang dan kompleks lebih sulit diterima dalam pola komunikasi media saat ini.
Produksi Pesan Menyesuaikan Bentuk Media
Medium dan produksi memiliki hubungan yang sangat erat. Produksi informasi harus disesuaikan dengan bentuk media yang digunakan. Hal ini tampak jelas ketika kita melihat perkembangan media informasi dari masa ke masa.
Pada era media cetak dan media massa, produksi berita dilakukan dengan standar penulisan yang logis, berurutan, dan terverifikasi karena bentuk medianya memang menuntut hal tersebut. Namun, ketika lingkungan komunikasi beralih ke media elektronik dan digital yang bersifat instan serta serentak, cara produksi informasi pun ikut berubah.
McLuhan mengatakan bahwa manusia membentuk alat, lalu alat itu membentuk manusia. Karena itu, agar pesan dapat didengar dan diketahui banyak orang, pesan tersebut harus menyesuaikan diri dengan aturan dan bentuk media sosial yang ada. Nilai sebuah produksi informasi tidak lagi diukur dari seberapa benar isinya, melainkan dari seberapa sesuai ia dengan karakter medianya.
Tidak mengherankan apabila berita bohong atau narasi yang memecah belah lebih mudah mendominasi dan menyebar dengan cepat di tengah masyarakat. McLuhan juga menyebut bahwa kehidupan modern tidak dapat dilepaskan dari berbagai saluran komunikasi yang menghubungkan manusia di seluruh dunia. Jutaan orang kini terhubung hampir tanpa batas geografis. Fenomena ini ia sebut sebagai Global Village atau Desa Global.
