Mengapa Pesan Pendek Lebih Berkuasa? Bukan Soal Isinya, tetapi Wadahnya: Perspektif Marshall McLuhan terhadap Produksi Informasi

Media adalah perpanjangan indra dan tubuh manusia. Setiap jenis media memiliki karakteristik teknis dan bentuk yang khas. Karakteristik inilah yang menentukan cara kita berpikir, bertindak, dan berhubungan satu sama lain. Dari sini tampak perbedaan antara medium sebagai lingkungan dan media sebagai pesan yang diterima masyarakat. McLuhan membagi media ke dalam dua tipe yang sangat berpengaruh dalam fenomena saat ini.
Chiko Rajo, Mahasiswa Filsafat IFTK Ledalero Semester VI

Desa Global terbentuk melalui peran media elektronik yang menyatukan dunia dalam keterhubungan seketika. Orang Indonesia dapat mengetahui apa yang dimakan atau dikenakan oleh orang Amerika, begitu pula sebaliknya. Namun, keterhubungan ini tidak sepenuhnya menghasilkan dampak positif. Perbedaan justru tampak semakin tajam, dialog rasional makin sulit terjadi, dan emosi menjadi penguasa utama. Polarisasi yang kita alami hari ini merupakan dampak langsung dari bentuk media tersebut.

Memahami Efek Media, Bukan Hanya Isinya

Melalui pandangan Marshall McLuhan, kita dapat melihat bahwa kekacauan informasi, polarisasi, dan dominasi berita yang tidak lengkap bukan hanya persoalan isi semata. Masalah mendasarnya terletak pada bentuk media yang digunakan serta cara media itu mengubah proses produksi, penyebaran, dan pemahaman informasi.

Jika kita hanya fokus pada isi pesan dan terus mengimbau masyarakat agar lebih teliti, persoalan ini tidak akan selesai. Kita perlu menyadari bahwa media itu sendiri adalah pesan yang sesungguhnya. Media sosial telah mengubah lingkungan informasi sedemikian rupa sehingga kesederhanaan dan kecepatan lebih unggul dibanding kedalaman dan kebenaran.

Memperbaiki situasi ini menuntut pemahaman yang lebih mendalam. Kita harus mulai menata kembali cara kerja media atau mengubah cara kita berinteraksi dengannya. Tanpa kesadaran tersebut, kita akan terus mengeluhkan isi berita, tetapi tidak pernah menyadari bahwa alat komunikasi yang kita pegang setiap hari itulah yang sebenarnya mengatur cara kita berpikir dan memandang dunia.

Halaman: 123

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru