PERSPEKTIFNUSANTARA.COM – Setiap hari kita menerima berbagai macam informasi yang berseliweran: singkat, keras, emosional, dan sering kali menyebar lebih cepat, lebih luas, serta lebih dipercaya dibandingkan berita lengkap yang berbasis data. Dalam situasi seperti ini, masyarakat terbagi menjadi kelompok pro dan kontra. Keduanya pun semakin sulit berkomunikasi secara rasional.
Fenomena ini bukan sekadar akibat rendahnya pendidikan atau kurangnya kecerdasan masyarakat dalam menerima informasi, melainkan hasil langsung dari karakter media yang digunakan serta cara informasi diproduksi dan disebarluaskan. Melalui teori Medium and Production, kita dapat melihat bahwa akar persoalan terletak pada sistem media itu sendiri. Marshall McLuhan menyatakan bahwa media bukan hanya wadah pasif, melainkan penentu utama bentuk, isi, dan dampak pesan yang disampaikan.
Media adalah perpanjangan indra dan tubuh manusia. Setiap jenis media memiliki karakteristik teknis dan bentuk yang khas. Karakteristik inilah yang menentukan cara kita berpikir, bertindak, dan berhubungan satu sama lain. Dari sini tampak perbedaan antara medium sebagai lingkungan dan media sebagai pesan yang diterima masyarakat. McLuhan membagi media ke dalam dua tipe yang sangat berpengaruh dalam fenomena saat ini.
Pertama, media hot, yaitu media yang memberikan informasi sangat lengkap dan mendetail sehingga pengguna hanya menjadi penerima pasif. Pengguna tidak perlu banyak berimajinasi atau berpartisipasi dalam memahami pesan. Contohnya ialah radio, film, dan buku. Media ini cenderung memperdalam satu indra tertentu dan bersifat lebih struktural.
Kedua, media cold, yaitu media yang isinya ringkas, kurang mendetail, dan hanya memberikan sedikit informasi sehingga menuntut pengguna untuk berpartisipasi aktif, mengisi kekosongan makna, dan terlibat dalam proses penafsiran. Media sosial masa kini merupakan bentuk paling ekstrem dari media ini.
Menurut McLuhan, perubahan dari satu bentuk media ke media lain akan mengubah struktur budaya dan masyarakat secara keseluruhan. Cara kita memproduksi pesan pun akan menyesuaikan diri dengan bentuk media tersebut, sebab isi yang tidak cocok dengan wadahnya tidak akan bertahan atau berpengaruh. Inilah inti hubungan antara medium dan produksi.
Dominasi pesan sederhana sangat terlihat pada masa sekarang. Hal ini tampak jelas ketika masyarakat lebih senang menonton video berdurasi singkat dengan isi yang terpotong-potong. Fenomena ini sering kali tidak disadari. McLuhan telah menjelaskan bahwa bentuk media sosial menentukan jenis pesan apa yang dapat hidup dan berkembang.
