PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, SIKKA – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Sikka menyatakan penolakan terhadap rencana pembangunan vila dan galangan kapal milik PT Atlas Samudera Perkasa di Desa Wairterang, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka.
Penolakan tersebut disampaikan Ketua GMNI Sikka, Iko Goban, menyusul pelaksanaan kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Usaha dan/atau Kegiatan Pembangunan Vila dan Galangan Kapal PT Atlas Samudera Perkasa yang dijadwalkan berlangsung di Aula Kantor Desa Wairterang berdasarkan surat dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sikka Nomor: Disling.660.4/263/VI/2026.
Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri sejumlah pihak, antara lain Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sikka, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Desa Wairterang, unsur BPD, tokoh adat, kepala dusun, RT/RW, mantan Kepala Desa Servus, serta masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi pembangunan.
Menurut GMNI Sikka, terdapat kejanggalan dalam proses pembangunan proyek tersebut karena pembangunan vila disebut telah selesai dilakukan sebelum adanya sosialisasi kepada masyarakat.
“Kami menilai sosialisasi dan edukasi seharusnya dilakukan terlebih dahulu sebelum pembangunan dimulai. Masyarakat harus mengetahui secara utuh dampak lingkungan dan sosial dari sebuah proyek yang akan dibangun di wilayah mereka,” tegas Iko Goban dalam pernyataan sikapnya, Sabtu (13/6/2026).
GMNI mengingatkan bahwa kawasan pesisir Wairterang sebelumnya pernah menjadi lokasi yang direncanakan untuk pembangunan pelabuhan oleh pemerintah pusat. Namun rencana tersebut tidak dilanjutkan karena pertimbangan ekologis, mengingat wilayah tersebut merupakan habitat penting bagi ikan, terumbu karang, serta bagian dari ekosistem Teluk Maumere.
Baca juga: Wakil Bupati Nagekeo Jemput Dukungan Menteri Desa, Dorong Desa Tematik dan Listrik Masuk Desa
Atas dasar itu, GMNI menilai pembangunan vila dan rencana pembangunan galangan kapal berpotensi menimbulkan ancaman serius terhadap lingkungan pesisir dan kehidupan nelayan setempat apabila tidak disertai kajian lingkungan yang ketat.