PERSPEKTIFNUSANTARA.COM- Sahabat Perspektif Nusantara yang budiman. Kehilangan adalah bagian dari perjalanan hidup yang tidak pernah benar-benar dapat dihindari oleh siapa pun. Ada perpisahan yang datang karena jarak, ada yang lahir dari perubahan waktu, dan ada pula kehilangan yang menetap sebagai luka karena orang yang dicintai telah lebih dahulu berpulang. Meski demikian, setiap kehilangan selalu menyisakan cerita, kenangan, dan pelajaran yang membentuk manusia menjadi lebih dewasa dalam memaknai hidup.
Puisi-puisi berikut merupakan refleksi penulis tentang berbagai wajah kehilangan: hilangnya kepercayaan, kepergian seorang sahabat dalam ikatan persaudaraan, kerinduan kepada bapa dan mama yang telah tiada, hingga kesunyian yang hadir ketika keluarga tidak lagi utuh seperti dahulu. Melalui larik-larik sederhana ini, penulis berusaha merekam suara rindu, duka, dan cinta yang tetap hidup meski dipisahkan oleh kematian.
Selamat membaca. Semoga setiap bait yang tersaji dapat menjadi ruang permenungan tentang arti kebersamaan, kenangan, dan kasih yang tidak pernah berakhir oleh batas kehidupan.
Baca juga: Kumpulan Puisi Aprianus
SAUDARA YANG TELAH PULANG
Tak pernah kubayangkan hari itu datang,
Ketika namamu disebut dalam doa-doa duka.
Baca juga: Swastamita yang Sendu |Antologi Puisi Yodika Bemur|
Angin membawa kabar yang begitu berat,