Yayasan Help Flores Cetak Wirausaha Disabilitas melalui Pelatihan Menjahit, Peserta Pulang Bawa Mesin Usaha

Pelatihan yang diikuti oleh penyandang disabilitas dari berbagai wilayah dampingan ini tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan teknis menjahit, tetapi juga memberikan pengetahuan mengenai pengelolaan usaha kecil, pengembangan produk, hingga strategi pemasaran. Program ini menjadi salah satu langkah nyata dalam membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi kelompok disabilitas agar mampu berpartisipasi aktif dalam pembangunan desa.

PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, Maumere– Komitmen untuk mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas kembali diwujudkan melalui program pelatihan menjahit yang diselenggarakan Yayasan Help Flores. Setelah berlangsung intensif selama tiga bulan di Nangahure, Kabupaten Sikka, program tersebut berhasil melahirkan peserta-peserta terampil yang siap membangun usaha mandiri di komunitas masing-masing.

Pelatihan yang diikuti oleh penyandang disabilitas dari berbagai wilayah dampingan ini tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan teknis menjahit, tetapi juga memberikan pengetahuan mengenai pengelolaan usaha kecil, pengembangan produk, hingga strategi pemasaran. Program ini menjadi salah satu langkah nyata dalam membuka akses ekonomi yang lebih luas bagi kelompok disabilitas agar mampu berpartisipasi aktif dalam pembangunan desa.

Forum Pemerhati Anak dan Disabilitas Mapitara (FPADM) turut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut dengan mengutus sejumlah peserta dari wilayah dampingannya. Keterlibatan FPADM menjadi bentuk komitmen bersama untuk memperkuat kapasitas dan kemandirian penyandang disabilitas di tingkat akar rumput.

Baca juga: PMKRI CABANG MAUMERE SOROTI REPRESIVITAS POLISI, DESAK EVALUASI TOTAL POLRES SIKKA

Keistimewaan program ini tidak berhenti pada pelatihan semata. Sebagai dukungan nyata untuk memulai usaha, setiap peserta yang berhasil menyelesaikan pelatihan diberikan satu unit mesin jahit dan mesin obras. Bantuan tersebut diharapkan menjadi modal awal bagi peserta untuk mengembangkan usaha jasa jahit maupun produksi pakaian di desa masing-masing.

Dari seluruh peserta yang mengikuti pelatihan, dua peserta asal Desa Egon Gahar, yakni Nona Kris dan Prili, mendapat kepercayaan lebih dengan mengemban peran sebagai Urusan Disabilitas Desa Egon Gahar. Penunjukan tersebut menjadi pengakuan atas dedikasi dan kemampuan mereka dalam memperjuangkan kepentingan penyandang disabilitas di tingkat desa.

Perwakilan Yayasan Help Flores, Mama Grasi, mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya atas keberhasilan program tersebut.

Baca juga: Ketua Satgas FP-NTT Soroti Dugaan Pengrusakan SDN Wolomoni, Tegaskan Pendidikan Tak Boleh Dikorbankan atas Nama Pembangunan

“Saya merasa senang dan bangga karena para peserta berhasil mengikuti pelatihan menjahit ini sampai selesai. Semoga keterampilan dan peralatan yang mereka bawa pulang dapat menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya,” ujarnya.

Halaman: 12

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru