PERSPEKTIFNUSANTARA.COM-Suasana haru bercampur amarah mewarnai aksi damai yang digelar oleh Forum 10 Suku Romanduru – Rubit – Hewokloang bersama keluarga almarhumah Stevania Trisanti Noni, Senin, 11 Mei 2026. Massa menuntut keadilan atas kematian tragis Noni yang dinilai penuh kejanggalan, terutama terkait hilangnya barang bukti dalam waktu yang sangat singkat.
*Lebih Hebat dari Mafia Italia*
Dalam orasi di halaman Kejaksaan Negeri Sikka, perwakilan keluarga korban, Fabianus Beto, melontarkan kritik pedas terhadap jalannya penyelidikan di Polres Sikka, dimana ia meyakini ada skenario besar di baliknya.
“Pelaku satu anak kecil menghilangkan barang bukti hanya dalam waktu dua setengah jam, ini mengalahkan mafia di Italia,” seru Fabianus di tengah massa aksi.
Ia menegaskan bahwa kasus ini bukan perkara biasa, melainkan pembunuhan yang “keji, sadis, dan biadab”. Fabianus meminta negara hadir untuk korban, bukan untuk pelaku.
“Apabila tidak diberi hukuman mati, maka biarkan kami yang akan membina dia untuk menjadi lebih baik. Kemana kami harus meminta kalau bukan kepada negara ini?” tambahnya.
Baca juga: Antologi Puisi ||Erwin Pitang||