“Aku tahu.”
“Aku juga ingin menikah.”
Kata-kata itu terasa sederhana. Namun malam itu aku seperti kehilangan kemampuan untuk berbicara. Telepon berakhir tanpa penyelesaian.
*****
Dan sejak saat itu, hubungan kami semakin rumit. Aku tidak tahu kapan Gilbert mulai hadir dalam kehidupan Bi. Awalnya aku menganggapnya hanya teman. Bi juga tidak pernah menyembunyikannya dariku. Gilbert adalah seseorang yang dikenalnya melalui lingkungan pekerjaan dan keluarga. Ia bekerja dengan baik. Keadaan ekonominya cukup. Ia juga sudah mempunyai tabungan dan rencana kehidupan yang jelas. Tidak seperti aku yang masih harus menghitung setiap pengeluaran.
Suatu malam Bi bercerita kepadaku.
“Gilbert datang ke rumah.”