Dilarang Sleep Call

“Tidak mungkin aku harus terus menunggu kalau kamu sendiri tidak tahu kapan akan siap.”
Ilustrasi

“Karena dia baik.”

“Cuma itu?”

“Dia membuatku merasa aman.”

Aku kembali diam. Ada sesuatu dalam kalimat itu yang sulit kuterima. Selama ini aku selalu meminta Bi percaya kepadaku. Tetapi aku tidak pernah menyadari bahwa seseorang bisa mencintai kita dan pada saat yang sama merasa tidak aman dengan masa depan yang kita tawarkan.

“Ayah ingin aku menikah dengannya,” katanya.

Aku menggenggam ponsel erat-erat.

“Dan kamu?”

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru