“Karena dia baik.”
“Cuma itu?”
“Dia membuatku merasa aman.”
Aku kembali diam. Ada sesuatu dalam kalimat itu yang sulit kuterima. Selama ini aku selalu meminta Bi percaya kepadaku. Tetapi aku tidak pernah menyadari bahwa seseorang bisa mencintai kita dan pada saat yang sama merasa tidak aman dengan masa depan yang kita tawarkan.
“Ayah ingin aku menikah dengannya,” katanya.
Aku menggenggam ponsel erat-erat.
“Dan kamu?”