Dilarang Sleep Call

“Tidak mungkin aku harus terus menunggu kalau kamu sendiri tidak tahu kapan akan siap.”
Ilustrasi

“Berarti aku harus pergi?”

Aku menahan napas.

“Kalau itu yang membuatmu bahagia.”

Ia tersenyum dalam tangisnya.

“Kamu tahu apa yang paling menyakitkan dari mencintaimu?”

Aku menggeleng.

“Kamu tidak pernah memintaku pergi.”

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru