Dilarang Sleep Call

“Tidak mungkin aku harus terus menunggu kalau kamu sendiri tidak tahu kapan akan siap.”
Ilustrasi

“Hatimu?”

Ia tersenyum tipis.

“Jadi selama ini aku menunggu seseorang yang bahkan belum yakin dengan masa depannya sendiri?”

Aku terdiam. Bukan karena aku tidak mencintainya. Justru karena aku mencintainya, aku tidak ingin memberikan janji yang belum mampu kutepati.

“Aku bahagia dengan jalan yang sedang kujalani sekarang,” kataku pelan. “Aku hanya belum bisa menjadikan pernikahan sebagai tujuan terdekatku.”

 

Bi mengalihkan pandangannya.

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru