Semangat Pancasila untuk Revolusi Nasional: JAKER Dorong Kedaulatan Ekonomi dan Energi Indonesia

"Hari ini tugas kebudayaan kita adalah membumikan Pancasila dengan semangat gotong royong, mengawal Revolusi Nasional, serta menciptakan narasi rakyat yang mampu mengurangi ketergantungan terhadap asing," ujar Untung Sarwono.
Untung Sarwono, Sekjend Organisasi Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER)

PERSPEKTIFNUSANTARA.COM – Momentum Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni kembali dimaknai sebagai panggilan untuk memperkuat semangat kebangsaan dan kemandirian nasional. Dalam pernyataan yang disampaikan pada Senin (1/6/2026), Sekretaris Jenderal Jaringan Kerakyatan (JAKER), Untung Sarwono, menegaskan pentingnya mengawal Revolusi Nasional melalui penguatan nilai-nilai Pancasila, semangat gotong royong, serta upaya membangun kedaulatan ekonomi bangsa.

Menurut Untung Sarwono, tugas kebudayaan pada masa kini bukan hanya menjaga nilai-nilai luhur bangsa, tetapi juga membumikan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari melalui kerja kolektif dan gotong royong. Ia menilai bahwa cita-cita Indonesia yang berdaulat hanya dapat terwujud apabila rakyat dan negara bersama-sama mengurangi ketergantungan terhadap pihak asing.

“Hari ini tugas kebudayaan kita adalah membumikan Pancasila dengan semangat gotong royong, mengawal Revolusi Nasional, serta menciptakan narasi rakyat yang mampu mengurangi ketergantungan terhadap asing,” ujar Untung Sarwono.

Baca juga: Diakon Rikard Diku, SVD: Menjawab Panggilan Kasih Hingga ke Ujung Dunia

Ia menjelaskan bahwa berbagai program strategis nasional yang sedang dijalankan, seperti hilirisasi industri, industrialisasi nasional, penguatan ketahanan pangan, dan ketahanan energi merupakan langkah konkret untuk memutus mata rantai ketergantungan Indonesia terhadap negara lain.

Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan agar Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu mengolah sumber daya alamnya sendiri untuk memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi kesejahteraan rakyat.

“Hilirisasi, industrialisasi nasional, ketahanan pangan, dan ketahanan energi merupakan upaya penting untuk memperkuat kemandirian bangsa. Dengan demikian, Indonesia dapat berdiri di atas kekuatan sendiri dan tidak terus bergantung pada pihak luar,” katanya.

Baca juga: Menanti Uluran Tangan di Ujung Senja: Maria Fatima Bertahan di Rumah Bambu yang Hampir Roboh

Namun demikian, Untung Sarwono mengakui bahwa proses menuju kemandirian nasional tidak akan berjalan tanpa tantangan. Ia menilai akan selalu ada pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh kebijakan yang memperkuat posisi Indonesia sebagai negara berdaulat.

Halaman: 123

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru