Tulis Tangan

"Aku memang tidak memiliki tangan untuk memegang pensil ataupun kaki untuk berlari mengejar teman-teman. Yang kupunya hanya mata yang tak pernah lelah membaca dan hati yang selalu ingin belajar. Aku sangat mencintai buku. Setiap halaman yang kubaca membuatku merasa bebas. Di dalam buku, aku bisa pergi ke mana saja tanpa harus berjalan. Aku bisa menjadi siapa saja tanpa harus memiliki tubuh yang sempurna".
Felix Sugar, Penulis, berasal dari Manggarai-Flores, NTT adalah seorang Mahasiswa di Institut Filsafat Teknologi Kreatif Ledalero. Ia telah giat dalam menulis dibeberapa media lokal maupun pada jurnal ilmiah. Selain itu, Ia telah menerbitkan dua buku dengan judul Langit Pernah Menulis Kita di Tubuh Senja (2024) dan Sapu Tangan Tanya? (2025).

“Ah, buat apa dipertahankan?” kata seorang warga.

“Yang datang juga cuma sedikit.”

Kalimat itu menusuk hatiku. Aku ingin berteriak. Aku ingin mengatakan bahwa tempat itu telah menyelamatkan banyak mimpi. Tetapi suaraku tertahan. Aku hanya bisa menangis. Bukan karena perpustakaan akan hilang. Melainkan karena aku merasa orang-orang menganggap mimpi anak-anak desa, termasuk mimpiku, tidak pernah penting.

*****

Suatu sore, seperti biasa Nero menggendong Arga menuju perpustakaan. Wajah Arga tampak cerah karena hari itu ia berniat meminjam sebuah buku tentang para ilmuwan. Ia percaya, setiap buku yang dibacanya akan membawanya selangkah lebih dekat pada cita-citanya menjadi penulis. Namun, baru saja mereka tiba di depan pintu, terdengar suara beberapa orang dewasa yang sedang berbincang di teras perpustakaan.

“Itu anak cacat datang lagi,” bisik seorang laki-laki sambil melirik Arga.

“Kasihan memang, tapi buat apa terus membaca? Dia juga tidak akan bisa menulis. Buku-buku itu lebih baik dipakai anak yang benar-benar punya masa depan.”

Halaman: 123456789

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru