PERSPEKTIFNUSANTARA.COM– Sahabat Pena (PerspektifNusantara). Berikut adalah sebuah cerpen karya Felix Sugar, seorang pencinta sastra dari Ledalero. Dilarang Sleep Call menjadi teman manis untuk sahabat Pena sekalian. Selamat membaca.
Baca juga: Janji dan Harapan || Antologi Puisi Martin Meli
Aku masih mengingat sore itu. Kami duduk berhadapan di sebuah tempat sederhana yang sejak dulu sering kami pilih untuk berbicara. Tidak ada yang istimewa dari tempat itu. Hanya dua kursi, sebuah meja kecil, dan suara kendaraan yang sesekali lewat di depan kami. Namun sore itu terasa berbeda. Sudah hampir tiga jam kami berbicara, tetapi tidak satu pun dari kami menemukan jalan keluar. Biela menatapku cukup lama.
“Kamu sendiri yang bilang, Arga. Setelah selesai kuliah, kamu mau mencari kerja di luar. Kamu bilang mau mengumpulkan uang, lalu kembali dan melamarku.”
Aku hanya bisa menunduk.
Baca juga: Bu! Batas Waktu Besok
“Waktu itu aku memang berpikir begitu.”