Dilarang Sleep Call

“Tidak mungkin aku harus terus menunggu kalau kamu sendiri tidak tahu kapan akan siap.”
Ilustrasi

PERSPEKTIFNUSANTARA.COM– Sahabat Pena (PerspektifNusantara). Berikut adalah sebuah cerpen karya Felix Sugar, seorang pencinta sastra dari Ledalero. Dilarang Sleep Call menjadi  teman manis untuk sahabat Pena sekalian. Selamat membaca.

 

 

Baca juga: Janji dan Harapan || Antologi Puisi Martin Meli

Aku masih mengingat sore itu. Kami duduk berhadapan di sebuah tempat sederhana yang sejak dulu sering kami pilih untuk berbicara. Tidak ada yang istimewa dari tempat itu. Hanya dua kursi, sebuah meja kecil, dan suara kendaraan yang sesekali lewat di depan kami. Namun sore itu terasa berbeda. Sudah hampir tiga jam kami berbicara, tetapi tidak satu pun dari kami menemukan jalan keluar. Biela menatapku cukup lama.

“Kamu sendiri yang bilang, Arga. Setelah selesai kuliah, kamu mau mencari kerja di luar. Kamu bilang mau mengumpulkan uang, lalu kembali dan melamarku.”

Aku hanya bisa menunduk.

Baca juga: Bu! Batas Waktu Besok

“Waktu itu aku memang berpikir begitu.”

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru