“PMKRI Cabang Maumere memandang bahwa kemanusiaan harus hadir dalam tindakan nyata. Donor darah adalah salah satu bentuk pengabdian sosial yang konkret karena manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Karena itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kaum muda, untuk menjadikan donor darah sebagai budaya kepedulian dan solidaritas,” tegasnya.
Lebih lanjut, Melki menilai bahwa semangat donor darah sejalan dengan nilai-nilai dasar perjuangan PMKRI yang menempatkan kemanusiaan sebagai fondasi utama gerakan organisasi.
“Setetes darah mungkin terlihat kecil, tetapi bagi mereka yang sedang berjuang di ruang perawatan, darah tersebut dapat menjadi harapan untuk melanjutkan hidup. Momentum Hari Donor Darah Sedunia harus menjadi pengingat bahwa setiap orang dapat berkontribusi bagi kemanusiaan dengan caranya masing-masing,” tambahnya.
Melalui peringatan Hari Donor Darah Sedunia tahun ini, PMKRI Cabang Maumere berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk menjadi pendonor aktif dan rutin. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darah secara sukarela, kebutuhan darah di rumah sakit dapat terpenuhi sekaligus memperkuat budaya gotong royong, solidaritas sosial, dan kepedulian kemanusiaan di Kabupaten Sikka.
Kegiatan tersebut juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antara organisasi kepemudaan, lembaga kemanusiaan, pemerintah, dan masyarakat merupakan kekuatan penting dalam membangun kehidupan sosial yang lebih peduli, inklusif, dan berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan.
Di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini, aksi donor darah menjadi pesan sederhana namun kuat bahwa kepedulian terhadap sesama masih hidup dan terus tumbuh. Sebab, dari setetes darah yang diberikan dengan tulus, lahir harapan baru bagi mereka yang sedang berjuang untuk hidup.