Ketua Panitia SI FEST: Anak Muda Harus Jadi Pelaku Transformasi Digital, Bukan Sekadar Penonton

Anak muda hari ini harus siap menghadapi perubahan zaman. Jangan hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga harus mampu menciptakan inovasi dan solusi digital yang berguna bagi masyarakat

PERSPEKTIFNUSANTARA.COM- IFTK LEDALERO, Ketua Panitia Sistem Informasi Festival (SI FEST), Stefanus Afrison Deru, menegaskan bahwa generasi muda harus mengambil peran penting dalam perkembangan teknologi digital yang terus berkembang pesat. Melalui kegiatan yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi (HMPS SI) Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif Ledalero, mahasiswa ingin membangun kesadaran bahwa transformasi digital bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan masyarakat.

Menurut Stefanus, SI FEST hadir bukan sekadar sebagai kegiatan seremonial kampus, tetapi sebagai ruang kolaborasi antara mahasiswa, pelajar, dan masyarakat untuk memahami manfaat nyata teknologi informasi dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapan saya, SI FEST bisa jadi jembatan antara mahasiswa Sistem Informasi, pelajar, dan masyarakat dalam memahami pentingnya transformasi digital. Lewat seminar, lomba kuis, dan pameran karya, kami ingin menunjukkan bahwa teknologi bukan hal yang jauh. Dia ada untuk memecahkan masalah nyata di pemerintahan, pendidikan, dan lingkungan sekitar kita,” ujarnya.

Baca juga: "Bunda Maria Datang Mengunjungi Kita”: Ratusan Umat Padati Misa Bulan Maria di St. Petrus Sap’an, Romo Mundus Sentuh Hati Umat tentang Kasih Ibu

Ia mengatakan, masih banyak masyarakat yang memandang teknologi hanya sebatas media hiburan atau alat komunikasi. Padahal, sistem informasi memiliki peran besar dalam membantu pelayanan publik, pengelolaan data, pengembangan pendidikan, hingga mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Karena itu, melalui SI FEST, mahasiswa mencoba menghadirkan pendekatan yang lebih dekat dan mudah dipahami oleh masyarakat, khususnya kalangan pelajar. Salah satunya melalui seminar tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang menghadirkan praktisi dan tenaga teknis kebijakan di bidang digitalisasi pemerintahan.

Selain seminar, lomba kuis literasi digital yang melibatkan siswa SMA dan SMK dari tujuh sekolah di Kabupaten Sikka juga menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran teknologi sejak dini. Menurut Stefanus, generasi muda harus mulai dipersiapkan untuk menghadapi tantangan era digital yang semakin kompetitif.

Baca juga: Semangat Kemandirian Desa Hebing, BUMDES “Nura Ne” Kembangkan Hortikultura dan Buka Peluang Ekonomi Warga

“Anak muda hari ini harus siap menghadapi perubahan zaman. Jangan hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga harus mampu menciptakan inovasi dan solusi digital yang berguna bagi masyarakat,” katanya.

Halaman: 12

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru