Renungan Harian Katolik 5 Juni 2026, Kaya Di Mata Allah: Belajar Dari Janda Miskin

Para saudaraku, di mata dunia, janda miskin itu tak berarti. Namun Yesus melihat lebih dalam: bukan jumlah uang, melainkan HATI yang memberi. Dua peser kecil yang ia masukkan ke peti persembahan adalah seluruh nafkahnya, seluruh hidupnya. Orang kaya memberi dari kelebihan: tanpa risiko, tanpa iman.
Ilustrasi

PERSPEKTIFNUSANTARA.COM – Pax Vobiscum para saudaraku yang terkasih dalam Kristus Tuhan. Pada hari ini, kita harus belajar memberi dari sikap hati janda miskin, yang tulus kepada Tuhan, tanpa banyak pertimbangan. Dia yakin dengan memberi dia tidak akan tambah miskin, melainkan dia kaya di mata Allah.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Markus 12: 38 – 44, yakni Yesus menasihatkan supaya hati-hati terhadap ahli-ahli Taurat dan persembahan seorang janda miskin.

Para saudaraku, di mata dunia, janda miskin itu tak berarti. Namun Yesus melihat lebih dalam: bukan jumlah uang, melainkan HATI yang memberi. Dua peser kecil yang ia masukkan ke peti persembahan adalah seluruh nafkahnya, seluruh hidupnya. Orang kaya memberi dari kelebihan: tanpa risiko, tanpa iman.

Baca juga: Daily Catholic Reflection, 05 June 2026

Janda itu memberi dari kekurangan: pulang dengan tangan kosong, tetapi HATI penuh percaya. Ia menyerahkan diri ke dalam peti HATI Allah.Yesus berkata: “Segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina, kamu telah melakukannya untuk Aku….” (Mat. 25: 40).

Dan sebaliknya, “Sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku…” (Mat. 25: 45). Jadi, tidak peduli kepada mereka berarti tidak peduli kepada Dia.

Betapa sering kita memberi Tuhan hanya sisa: waktu, tenaga, uang, bahkan anak-anak terbaik kita, kita arahkan ke dunia, bukan ke altar Tuhan. Padahal yang berbahagia bukanlah yang menerima, melainkan yang memberi.

Baca juga: Renungan Harian Katolik 4 Juni 2026, Mengasihi Sesama: Bukti Nyata Mengasihi Allah

Janda miskin itu mengingatkan dan menginspirasi kita, bahwa: kekayaan sejati bukan berapa yang kita punya, tetapi berapa yang rela kita berikan, terutama saat kita tidak punya apa-apa. Memberi bukan kehilangan, melainkan menabung di Surga. Yesus menjanjikan: “Setiap orang yang menyerahkan demi Aku akan menerima seratus kali lipat.”

Halaman: 12

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru