Di tengah dunia modern yang penuh persaingan dan orientasi material, pilihan hidup Frater Clitus menjadi kesaksian bahwa masih ada generasi muda yang memilih jalan pengabdian dan pelayanan. Panggilan religius bukanlah jalan yang mudah, tetapi membutuhkan keberanian untuk meninggalkan kepentingan pribadi demi melayani sesama.
Perjalanan hidup Frater Clitus Hausufa memperlihatkan bahwa iman dan ketekunan mampu membawa seseorang melampaui berbagai keterbatasan. Dari Hoineno menuju Ledalero, dan kelak menuju Bangladesh, perjalanan panggilannya menjadi kisah tentang harapan, kesetiaan, dan pengabdian.
Tahbisan diakon pada 31 Mei 2026 mendatang akan menjadi awal baru dalam karya pelayanannya. Sebuah langkah menuju hidup yang semakin dipersembahkan bagi Gereja dan kemanusiaan.
Dan seperti moto hidup yang dipegangnya, Frater Clitus percaya bahwa apa yang tampak mustahil bagi manusia, akan selalu menjadi mungkin di hadapan Allah.
