Dari Hoineno Menuju Jalan Misi: Keteguhan Panggilan Diakon Clitus Hausufa, SVD

Moto tahbisannya, “Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah” (Lukas 18:27), menjadi sumber inspirasi dan kekuatan dalam perjalanan panggilannya. Moto tersebut mencerminkan keyakinan bahwa setiap proses hidup, tantangan, dan pengorbanan hanya dapat dijalani dengan iman dan penyerahan diri kepada Tuhan.

Di tengah dunia modern yang penuh persaingan dan orientasi material, pilihan hidup Frater Clitus menjadi kesaksian bahwa masih ada generasi muda yang memilih jalan pengabdian dan pelayanan. Panggilan religius bukanlah jalan yang mudah, tetapi membutuhkan keberanian untuk meninggalkan kepentingan pribadi demi melayani sesama.

Perjalanan hidup Frater Clitus Hausufa memperlihatkan bahwa iman dan ketekunan mampu membawa seseorang melampaui berbagai keterbatasan. Dari Hoineno menuju Ledalero, dan kelak menuju Bangladesh, perjalanan panggilannya menjadi kisah tentang harapan, kesetiaan, dan pengabdian.

Tahbisan diakon pada 31 Mei 2026 mendatang akan menjadi awal baru dalam karya pelayanannya. Sebuah langkah menuju hidup yang semakin dipersembahkan bagi Gereja dan kemanusiaan.

Dan seperti moto hidup yang dipegangnya, Frater Clitus percaya bahwa apa yang tampak mustahil bagi manusia, akan selalu menjadi mungkin di hadapan Allah.

Halaman: 123

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru