Lebih Baik Main Bola Daripada Main Perasaan Orang

"Lahir di era baru sekarang ada di Maumere baru asalkan keduanya jangan ERABARU. Menurut mereka di belakang gawang, ini berjuang untuk kepentingan umum, tapi apakah eforia malam ini tidak korupsi mulut anak kecil yang sedang meminta nasi? Dipandang sebagai pembangun, tapi bangun pagi saja masih butuh lonceng".
Martin Wukak, Penulis monolog "lebih baik main bola daripada main perasaan orang" adalah seorang mahasiswa filsafat (IFTK) Ledalero. Selain menekuni study Filsafat, pria kelahiran Lembata ini juga giat menulis dan menjadi sustradara dalam komunitas Aletheia Ledalero.

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru