Lebih Baik Main Bola Daripada Main Perasaan Orang

"Lahir di era baru sekarang ada di Maumere baru asalkan keduanya jangan ERABARU. Menurut mereka di belakang gawang, ini berjuang untuk kepentingan umum, tapi apakah eforia malam ini tidak korupsi mulut anak kecil yang sedang meminta nasi? Dipandang sebagai pembangun, tapi bangun pagi saja masih butuh lonceng".
Martin Wukak, Penulis monolog "lebih baik main bola daripada main perasaan orang" adalah seorang mahasiswa filsafat (IFTK) Ledalero. Selain menekuni study Filsafat, pria kelahiran Lembata ini juga giat menulis dan menjadi sustradara dalam komunitas Aletheia Ledalero.

 

***

Setelah gawang perawan diboboli, kita jadi apa. Meneriakan Gol. Gol. Gol.

Palingan setelah ini disanjung karna juara, terlambat besok bersyukur alasan pulang larut. Ada yang datang sendiri pulang berdua. Diceritakan karna tertidur waktu pertemuan. Bukan mengantuk tapi lama pikir, uang macam mana, warna apa yang mau diisi dompet. Semoga macam warna ini (menunjuk bendera partai) MERAH-BIRU.

 

***

Merah-Biru (Sambil Memegang Bendera Partai Demokrat) bukan uang ya….

Halaman: 123456

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru