KETIKA ROH KUDUS MENJANGKAU LERENG-LERENG SUNYI (Refleksi Pastoral atas Perayaan Pentakosta di Stasi Golo Wunis dan Watu Paci)

Pengalaman bersama umat di Golo Wunis dan Watu Paci juga memperlihatkan bahwa karya Roh Kudus terus hidup dalam kehidupan Gereja hingga hari ini. Roh Kudus tidak hanya bekerja melalui peristiwa-peristiwa besar dan spektakuler, tetapi juga melalui pengalaman sederhana: penerimaan yang tulus, doa bersama, nyanyian umat, kebersamaan dalam olahraga, dan percakapan penuh kehangatan. Dalam semua pengalaman itu, saya melihat bagaimana Roh Kudus mempersatukan umat dalam kasih dan persaudaraan.
P. Sony,CRS., disambut di Stasi Golo Wunis dan Watu Paci. Beliau juga memimpin Perayaan Ekaristi pada Hari Raya Pentakosta (Minggu, 24 Mei 2026)

Hari Raya Pentakosta di Golo Wunis dan Watu Paci akhirnya menjadi lebih dari sekadar perayaan liturgi tahunan. Perayaan ini menjadi pengalaman rohani yang memperlihatkan bagaimana Roh Kudus terus bekerja di tengah kehidupan umat sederhana, menghidupkan harapan, memperkuat persaudaraan, dan meneguhkan panggilan pelayanan. Dari lereng-lereng sunyi Manggarai Timur, saya belajar bahwa Roh Kudus tetap berkarya secara nyata melalui hati umat yang sederhana, tulus, dan penuh iman.

Halaman: 123

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru