Kaum Muda untuk Desa Maju: Ferdinandus Kabe Siap Bawa Semangat Baru bagi Golo Lambo

Pada kesempatan ini Ferdinandus mengajak masyarakat untuk bersatu membangun Desa Golo Lambo melalui pelayanan yang cepat, adil, transparan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Visi dan Misi Cakades Golo Lambo, Ferdinandus Kabe, S.Fil.

PERSPEKTIFNUSANTARA.COM, RUTENG— Pemilihan Kepala Desa Golo Lambo, Kabupaten Manggarai, periode 2026–2034 mulai menghadirkan harapan baru bagi masyarakat. Salah satu figur muda yang kini mendapat perhatian publik adalah Ferdinandus Kabe, S.Fil, calon kepala desa yang dikenal memiliki latar belakang pendidikan, pengalaman pembinaan karakter, serta pengalaman kerja di bidang pelayanan wisata dan budaya.

Dengan semangat perubahan dan visi pembangunan desa yang maju, mandiri, berbudaya, dan sejahtera, Ferdinandus hadir membawa gagasan bahwa kaum muda juga mampu menjadi motor penggerak pembangunan desa.

Pada kesempatan ini Ferdinandus mengajak masyarakat untuk bersatu membangun Desa Golo Lambo melalui pelayanan yang cepat, adil, transparan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Baca juga: “Bangsa Bisa Kehilangan Arah”: Ketua Umum Jaker Nasional Soroti Krisis Makna di Era Digital

Pria kelahiran Purang, 3 Maret 1997 tersebut merupakan putra asli Desa Golo Lambo yang tumbuh dan besar bersama masyarakat setempat. Ia dikenal aktif sejak usia sekolah dalam berbagai kegiatan organisasi dan pengembangan diri.

Pendidikan dasarnya ditempuh di SDI Golo Lambo, di mana ia aktif dalam kegiatan Pramuka. Semasa di SMP Negeri 1 Satarmese, Ferdinandus terlibat dalam kegiatan paduan suara, Pramuka, dan sepak bola. Sementara saat menempuh pendidikan di SMA Negeri 2 Langke Majok, ia aktif dalam kegiatan sepak bola, paduan suara, serta dipercaya menjadi anggota Paskibraka.

Perjalanan pembentukan karakter Ferdinandus kemudian berlanjut di Seminari Somascan Ruteng selama satu tahun sebagai peserta KPA. Di tempat tersebut ia mendalami Bahasa Latin, Bahasa Inggris, serta pendidikan karakter dan iman.

Baca juga: Pentas Seni Jadi Ajang Solidaritas, Panitia Pembangunan Aula Paroki Renha Rosari Hale Hebing Gandeng Sekolah-Sekolah di Mapitara dan Bola

Tidak berhenti di sana, Ferdinandus menjalani empat tahun formasi di Somascan Maumere yang membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, serta jiwa pelayanan. Ia juga menempuh studi filsafat selama empat tahun di Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero, yang memperkaya kemampuan berpikir kritis dan pemahamannya tentang nilai-nilai kemanusiaan.

Halaman: 12

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru