Demonstrasi Tuntut Keadilan bagi Almarhumah Noni, Kuasa Hukum: “Polisi Terlalu Lembut, Kita Ditipu!”

"Karena sudah terlalu lama Pak Kapolres, Polisi terlalu lembut, kita ditipu. Kita terlalu beri ruang, hukum ini terlalu memberikan ruang penjahat. Kadang polisi tegas kami protes, tapi dalam kasus ini saya pikir saatnya (menggunakan ketegasan)".
Massa Aksi, Kamis 21 Mei 2025.

Tangis dan Kejanggalan dari Sang Ayah

​Ayah kandung korban, Herman Yoseph, menyampaikan rasa prustrasinya atas rekonstruksi dan hasil penyidikan saat ini yang dinilai sangat tidak masuk akal.

Menurutnya, luka-luka pada tubuh anaknya tidak mencerminkan tindakan refleks pertahanan biasa.​Herman membeberkan tiga kejanggalan utama di lapangan:

 

Skenario Pembunuhan yang Terlalu Rapi:

“Anak kecil ini masa bisa melakukan pembunuhan yang begitu keji, begitu sadis, yang sudah direncanakan dengan matang dengan rapih, dia bawa dari rumah ke tempat persembunyian, tanpa ada satu titik darah pun membekas di area itu. Masuk akal atau tidak?” ujarnya retoris.

Ritual Misterius: Ditemukannya kain merah, beras, dan satu ekor ayam di lokasi kejadian.

“Itu berarti ada sesuatu di situ, kenapa bapak Polisi tidak bisa menggali lebih dalam, ada apa dengan barang-barang ini?” tanya Ayahanda korban.

​Hasil Visum/Fisik: ayah korban meragukan klaim bahwa korban menangkis namun hanya ibu jari yang hilang, melihat sadisnya luka yang dialami korban.

Halaman: 1234

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru