JAKER Gelar Diskusi Kebudayaan, Soroti Krisis Makna dan Budaya Instan di Era Digital

Budaya instan telah menciptakan kecenderungan baru dalam kehidupan masyarakat. Segala sesuatu dituntut serba cepat, praktis, dan mudah dikonsumsi. Akibatnya, banyak nilai budaya yang sebelumnya hidup dalam tradisi masyarakat mulai kehilangan ruangnya.

Melalui kegiatan ini, JAKER berharap masyarakat dapat kembali memahami pentingnya kebudayaan sebagai bagian dari kehidupan sosial yang harus dirawat bersama. Di tengah kemajuan teknologi yang terus berkembang, masyarakat diajak untuk tidak kehilangan kemampuan refleksi dan kedalaman berpikir.

JAKER juga mengingatkan bahwa teknologi digital pada dasarnya bukan sesuatu yang harus ditolak. Teknologi justru dapat menjadi sarana yang positif apabila digunakan untuk memperkuat pendidikan budaya, memperluas ruang dialog, serta menjaga keberlangsungan nilai-nilai sosial dalam masyarakat.

Namun, tanpa kesadaran kritis, ruang digital dapat dengan mudah menjadikan masyarakat terjebak dalam pola konsumsi informasi yang dangkal dan serba instan. Karena itu, dibutuhkan ruang-ruang diskusi dan refleksi agar masyarakat tetap mampu menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan.

Di tengah era digital yang semakin cepat, JAKER menilai bahwa merawat ingatan kolektif dan kesadaran budaya merupakan tanggung jawab bersama. Kebudayaan bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga fondasi penting dalam membangun masa depan masyarakat yang lebih kritis, manusiawi, dan berkeadaban.

Halaman: 123

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru