JAKER Gelar Diskusi Kebudayaan, Soroti Krisis Makna dan Budaya Instan di Era Digital

Budaya instan telah menciptakan kecenderungan baru dalam kehidupan masyarakat. Segala sesuatu dituntut serba cepat, praktis, dan mudah dikonsumsi. Akibatnya, banyak nilai budaya yang sebelumnya hidup dalam tradisi masyarakat mulai kehilangan ruangnya.

“Realitas yang seharusnya dipahami secara mendalam justru disederhanakan menjadi konsumsi cepat. Akibatnya, ruang publik tidak lagi sepenuhnya menjadi ruang pertukaran gagasan, melainkan bergeser menjadi ruang reproduksi sensasi,” demikian isi rilis tersebut.

Lebih jauh, JAKER menilai bahwa kondisi ini berpotensi melahirkan krisis makna di tengah masyarakat. Kebudayaan yang sejatinya menjadi sarana membangun identitas, solidaritas sosial, dan kesadaran bersama kini berisiko direduksi menjadi sekadar hiburan atau tontonan semata.

Melemahnya ingatan kolektif masyarakat juga menjadi perhatian utama. Dalam kehidupan sosial, ingatan kolektif memiliki peran penting untuk menjaga identitas budaya dan nilai-nilai kemanusiaan. Ketika masyarakat kehilangan kedalaman dalam memahami sejarah, tradisi, dan kebudayaannya sendiri, maka hubungan sosial dan solidaritas antarwarga juga dapat ikut melemah.

Karena itu, JAKER menegaskan bahwa kebudayaan tidak dapat dipisahkan dari dinamika sosial, ekonomi, dan politik masyarakat. Dalam konteks era digital, kebudayaan harus tetap dipahami sebagai ruang pembentukan makna dan kesadaran kritis, bukan sekadar komoditas yang dikonsumsi secara cepat.

Sebagai upaya merespons persoalan tersebut, JAKER akan menggelar sebuah Diskusi Publik Kebudayaan yang bertujuan membuka ruang refleksi kritis dan dialog terbuka bagi masyarakat. Forum ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk membangun kembali kesadaran budaya di tengah derasnya arus digitalisasi.

Diskusi publik tersebut akan dilaksanakan di Ruang Belajar Perpustakaan Jakarta, Gedung Ali Sadikin Lantai 6, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 15.00 hingga 17.00 WIB.

Sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang akan hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut. Mereka antara lain Yuni Astriani dari Komnas Perempuan, Beky Mandani sebagai budayawan Betawi, Dominggus Oktavianus selaku pemerhati sosial, serta Sony Laurentius dari Dewan Pengawas JAKER. Diskusi ini akan dimoderatori oleh Elsyamayanti yang merupakan Ketua Wilayah JAKER DKI Jakarta.

Halaman: 123

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru