Dinilai Tak Berani ‘Sentuh’ Saverius Gewar dalam Kasus Noni, GMNI Sikka: Apakah Kapolres dan Kasatreskrim Takut Kekuatan Gaib Saver?

"Ataukah Pak Kasat Reskrim takut dengan Pak Saver dengan legalnya perdukunan dan pesugihan? Atau Pak Kapolres takut karena dia dikenal punya kekuatan gaib? Saya pikir Saver cocok jadi Kasat Reskrim atau Kapolres Sikka kalau dia tidak bisa kita ungkap."
Massa Aksi, GMNI dan TRUK-F.

PERSPEKTIFNUSANTARA.COM — Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Front Mahasiswa dan Masyarakat Sikka Peduli Noni pada Kamis (21/5/2026) berlangsung tegang dan diwarnai kericuhan. Massa mendatangi Polres Sikka dan Pengadilan Negeri Maumere untuk mengawal ketat proses persidangan kasus pembunuhan anak di bawah umur, almarhumah Stevania Trisanti Noni (14).

​Massa aksi mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas keterlibatan pihak lain. Mereka meyakini adanya rekayasa dan menduga kuat bahwa pelaku utama, Rovin—yang juga masih di bawah umur—bukanlah pelaku tunggal dalam pembunuhan keji tersebut.

Kritik Tajam ​GMNI Sikka, Pertanyakan Keberanian Polisi ‘Menyentuh’ Saverius Gewar

​Dalam ruang audiensi, Ketua GMNI Sikka, Wilfridus Iko, melayangkan kritik menohok kepada jajaran Polres Sikka. Iko mempertanyakan logika penyidikan yang menetapkan Rovin sebagai pelaku tunggal. Ia menduga kuat adanya keterlibatan ayah pelaku (Saverius Gewar) dan kakek pelaku (Vinsensius Sawe).

Baca juga: Kasus Noni Penuh Kejanggalan, GMNI Sikka Sindir Mental Polisi : Saver Cocok jadi Kapolres Sikka Atau Kasat Reskrim!

 

​”Disuruh bunuh anjing saja masih berpikir, ini bunuh nyawa yang kemudian didesain begitu sempurna. Setelah itu ada kain merah, ada ayam. Apakah anak-anak tahu proses ritual seperti ini? Itu sudah jelas si Saver,” tegas Iko di hadapan Kapolres dan Kasat Reskrim.

​Iko juga menyoroti kejanggalan fisik dalam rekonstruksi perkara. Menurutnya, mustahil seorang anak seperti Rovin mampu mengangkat jasad korban sendirian.

Baca juga: Aksi Jilid 5, JPIC dan Truk-F Soroti Keyakinan Kasatreskrim dan Rekonstruksi yang Tidak Adil dalam Kasus Noni

​Kejanggalan Fisik: “Logikanya, jika Rovin diminta memikul beras 50 kilogram, apakah dia mampu dengan kondisi fisik seperti itu? Apalagi membedah berat almarhumah Ade Noni. Berat orang yang sudah meninggal itu jauh lebih berat dari orang yang masih hidup,” ujar Iko.

Halaman: 1234

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru