Dugaan Keterlibatan Perencanaan: Massa menuntut agar Saver dan Vinsen dijerat pasal pidana hukuman mati karena diduga turut serta merencanakan pembunuhan yang diwarnai ritual tertentu (keberadaan ayam, beras, dan kain merah di TKP).
Kritik Tajam ke Kepolisian: Dengan nada menyindir, Iko mempertanyakan mengapa polisi terkesan lambat menyentuh Saver.
“Ataukah Pak Kasat Reskrim takut dengan Pak Saver dengan legalnya perdukunan dan pesugihan? Atau Pak Kapolres takut karena dia dikenal punya kekuatan gaib? Saya pikir Saver cocok jadi Kasat Reskrim atau Kapolres Sikka kalau dia tidak bisa kita ungkap,” sentilnya.
Catatan Kritis TRUK-F terhadap Rekonstruksi yang Cacat Logika
Senada dengan GMNI, Koordinator Tim Relawan untuk Kemanusiaan Flores (TRUK-F), Suster Fransiska Imakulata, SSpS (Suster Ika), menilai proses hukum dan rekonstruksi yang dilakukan kepolisian jauh dari kata maksimal, sehingga gagal menguak kebenaran materiil.
Suster Ika menyebut saat rekonstruksi, Rovin hanya diminta menarik karung seolah-olah itu adalah korban.
“Kenapa tidak disuruh memikul jerigen atau beban yang setara dengan berat korban? Biar kita tahu dari rumah Saver apakah benar dia sendiri yang melakukannya. Kami merasa tidak adil dengan rekonstruksi itu,” cecar Suster Ika.
