Sang paman tidak dapat datang karena terkendala pekerjaan dan tidak bisa mengambil cuti. Meski demikian, ia memberikan nasihat agar keluarga lebih mengutamakan pendidikan anak.
Ia juga menegaskan tidak menuntut kewajiban pemberian kuda dalam acara tersebut. Menurutnya, kebutuhan pendidikan anak harus menjadi prioritas utama.
Nasihat tersebut akhirnya menyadarkan sang ayah. Ia bersedia menggunakan uang yang tersedia untuk membayar uang sekolah anak. Sementara acara sambut baru tetap dilaksanakan, tetapi secara sederhana, cukup dengan memotong ayam.
Kritik terhadap Budaya Gengsi
Moderator drama, Margaretha Yolanda Onang, mengatakan pertunjukan tersebut membawa pesan bahwa persoalan keluarga, termasuk masalah keuangan, harus diselesaikan melalui komunikasi yang baik.
Menurutnya, setiap anggota keluarga perlu memahami kebutuhan dan prioritas satu sama lain serta tidak mengedepankan ego.
“Sekalipun ada keperluan penting seperti pesta sambut baru, pendidikan anak harus tetap diperjuangkan bersama,” demikian pesan yang disampaikan melalui drama tersebut.
