Gengsi Pesta “Sambut Baru” Kalahkan Pendidikan Anak: Komunitas Teater Pelajar SMAN 1 Waigete Maumere Sampaikan Kritik Lewat Drama

Tradisi sambut baru dalam budaya Sikka merupakan bagian dari kehidupan sosial masyarakat, tetapi pelaksanaannya tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan ekonomi keluarga.
Komunitas Teater Pelajar SMAN 1 Waigete saat mementaskan drama singkat dalam perayaan Dies Natalis ke-14 SMAN 1 Waigete, Selasa, 8 September 2026. Perayaan HUT ke 14 SMANTE berlangsung di Gedung sekolah SMANTE, Jalan Wairbleler, Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Komunitas Teater Pelajar SMAN 1 Waigete saat mementaskan drama singkat dalam perayaan Dies Natalis ke-14 SMAN 1 Waigete, Selasa, 8 September 2026. Perayaan HUT ke 14 SMANTE berlangsung di Gedung sekolah SMANTE, Jalan Wairbleler, Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

a mengatakan, fenomena mengutamakan gengsi dalam kehidupan masyarakat masih dapat ditemukan. Tradisi sambut baru dalam budaya Sikka merupakan bagian dari kehidupan sosial masyarakat, tetapi pelaksanaannya tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan ekonomi keluarga.

“Jangan sampai membuat pesta, tetapi akhirnya terlilit utang dan berdampak pada pendidikan anak. Hal itu juga bisa berpengaruh terhadap kondisi psikologis anak,” ujarnya.

Latihan Hanya Tiga Hari

Drama tersebut menjadi pengalaman pertama bagi para siswa yang terlibat. Pementasan itu lahir dari inisiatif para siswa dan dipersiapkan dalam waktu singkat.

Para pemain hanya menjalani latihan selama tiga hari sebelum tampil di hadapan warga sekolah.

Meski demikian, mereka mampu menyampaikan pesan sosial melalui seni pertunjukan yang mendapat perhatian dari penonton.

Para siswa berharap kegiatan seni seperti ini dapat terus dikembangkan dan mendapat pendampingan sehingga kelompok teater mereka dapat semakin berkembang.

Para pemeran dalam drama tersebut yakni Gregoriuo Hedri Christiano sebagai Bapa Son, Anastasia Mery Home Lamauran sebagai Mama Heni, Elisabeth Fittryani Meno sebagai Anak, Marieta Maysilia Ngawo Pallo, Junianti Kristiani, dan Maria Selvina Dina sebagai teman Fittry, Maria Carissa Dua Botha sebagai Mama Pu, serta Margaretha Yolanda Onang sebagai moderator.

Halaman: 1234567

CATATAN REDAKSI:

Apabila terdapat pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan atas penayangan artikel dan/atau berita di atas, dapat mengajukan sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami. Koreksi tersebut dapat disampaikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Berita Terkait

Berita Terbaru